ASAS RESIPROKAL: Indonesia Tahan Penambahan Bank asal Malaysia

Otoritas Jasa Keuangan bakal menahan penambahan bank asal Malaysia, sebelum tiga bank asal Indonesia masuk untuk beroperasi ke Negeri Jiran sebagai bentuk penerapan asas resiprokal.
Lukas Hendra TM | 02 Agustus 2016 01:43 WIB
Muliaman Hadad - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan bakal menahan penambahan bank asal Malaysia, sebelum tiga bank asal Indonesia masuk untuk beroperasi ke Negeri Jiran sebagai bentuk penerapan asas resiprokal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan dulu bank asal Indonesia sangat sulit untuk membuka kantor cabang di Malaysia. Namun, dengan ada kerja sama antara pihaknya dengan Bank Negara Malaysia maka ada kepastian tidak ada lagi hambatan.

Dengan adanya kerangka kerja integrasi bank asean (Asean Banking Integration Framework/ABIF), lanjutnya, memang tidak ada batasan bagi bank yang memenuhi kriteria sebagai bank qualified Asean untuk masuk ke negara anggota Asean.

Namun, pihaknya mengungkapkan keinginan Indonesia konteksnya berbeda yakni penerapan asas resiprokal, karena di Indonesia sudah banyak bank asal Malaysia yang beroperasi, sedangkan bank asal Indonesia belum banyak beroperasi di sana.

“Sehingga kita minta dulu, kita minta jatah kita, baru dia nanti tambah. Jadi sebelum ada tiga bank dari Indonesia atau qualified Asean bank dari Indonesia bisa masuk ke Malaysia, saya kira, Malaysia cukup yang ada dulu, tidak boleh nambah,” kaatanya di Kompleks Istana Negara, Senin (1/8/2016).

Dia mencontohkan sudah terdapat sejumlah bank asal Malaysia yang telah memenuhi qualified Asean bank yang beroperasi di Indonesia misalnya PT Bank CIMB Niaga Tbk. dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

DISETARAKAN BANK LOKAL

OJK memastikan dengan adanya kerja sama tersebut maka tidak ada batasan lagi untuk membuka anjungan tunai mandiri (ATM) karena sudah diperlakukan sebagai bank domestik di Malaysia.

Dengan demikian, lanjutnya, perbankan asal Indonesia posisinya sama dengan bank-bank lokal di negara tersebut. Untuk itu, OJK mendorong bank plat merah untuk masuk ke Malaysia.

Di sisi lain, berkaitan dengan ABIF, pihaknya mendorong baik bank pelat merah maupun bank asal Indonesia lainnya, khususnya bank besar untuk mulai melihat tidak hanya pasar Malaysia tetapi juga di Asean.

“Kan Asean 600 juta penduduknya. Itu kan Kamboja, Myanmar, Malaysia, saya pikir peluang bagi perbankan nasional untuk bisa melihat potensi itu,” ujarnya.

Namun demikian, dia menegaskan jika kesepakatan dengan Malaysia merupakan langkah awal. Pasalnya, saat ini juga sedang berjalan negosiasi dengan Singapura dan juga Myanmar.

Hanya saja, lanjutnya, negosiasi tersebut juga tentu melihat kepentingan yang dilandasi prinsip saling menguntungkan dan tidak boleh ada yang dirugikan, serta dilandasi juga oleh asas resiprokal,

“Ini yang sekarang sudah kita terapkan dan akan kita coba dengan negara-negara lain,” katanya.

Tag : asas resiprokal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top