Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasio Kotor Kredit Bermasalah BCA Naik, Ini Penyebabnya

Rasio kredit bermasalah atau non-peforming loan (NPL) gross PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan kenaikan pada akhir September 2016. Apa penyebabnya?
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  19:43 WIB
Gedung Bank BCA - Ilustrasi/Bisnis
Gedung Bank BCA - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio kredit bermasalah atau nonpeforming loan (NPL) gross PT Bank Central Asia Tbk. mencatatkan kenaikan pada akhir September 2016. Apa penyebabnya?

Sampai akhir Kuartal III/2016, NPL gross perseroan mencatatkan kenaikan 80 basis poin (bps) menjadi 1,5% dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
 
Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama Bank Central Asia, menjelaskan kenaikan NPL gross itu disebabkan debitur dari kredit konsumsi seperti cicilan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) dan lainnya  menunggak cicilan selama beberapa hari.

Hasilnya, walaupun tetap membayar cicilan dengan agak terlambat, tetapi tetap tercatat di dalam kolektabilitas 2 yang masuk ke dalam NPL gross.

“Kalau dilihat, NPL nett kami dari periode kuartal kedua sampai ketiga cenderung stabil di 0,4% kan? Itu didukung oleh tidak adanya debitur yang masuk ke kolektabilitas 3,4, dan 5 yang sudah terhitung nett,” ujarnya dalam paparan kinerja pada Rabu (26/10/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top