Jadwal Right Issue BUMN Molor

Jadwal pelaksanaan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau right issue sejumlah BUMN dipastikan molor dari rencana semula.
Yodie Hardiyan | 02 November 2016 19:42 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--- Jadwal pelaksanaan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau right issue sejumlah BUMN dipastikan molor dari rencana semula.
 
Terbaru, korporasi infrastruktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mengumumkan bahwa rencana pelaksanaan dan perdagangan HMETD menjadi  tanggal 1-7 Desember 2016 atau mundur sekitar 3-4 minggu dari rencana awal 7-11 November.
 
Dalam surat pemberitahuannya kepada Bursa Efek Indonesia pada Rabu (2/11), Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan tanggal cum-right terakhir 24 November (pasar reguler dan negoisasi) dan 29 November (pasar tunai).
 
Tanggal ex-right 25 November (pasar reguler dan negoisasi) dan 30 November (pasar tunai). Tahap terakhir aksi korporasi itu yakni laporan hasil pemeriksaan mengenai kewajaran pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 12 Januari 2017.
 
BUMN lainnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., juga memundurkan rencana pelaksanaan HMETD tersebut. Berdasarkan prospektus terakhir, emiten berkode saham KRAS itu mengumumkan pelaksanaan HMETD pada 24-28 Oktober 2016.
 
Namun, sampai saat ini, berdasarkan data distribusi HMETD di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia per Rabu (2/11/2016), belum ada satu pun dari 4 BUMN itu yang mengumumkan jadwal aksi right issue.
 
Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok Parulian Setyawati Simanjutak mengatakan pihaknya akan segera melakukan right issue tersebut. “Kemungkinan minggu depan [pekan kedua November 2016],” paparnya, Senin (31/10).
 
BUMN lainnya yang akan melakukan right issue, PT PP (Persero) Tbk., juga belum  mengumumkan perkiraan harga pelaksanaan, setelah dijadwalkan akan mengumumkan pada 23 Oktober 2016. Perkiraan jadwal pelaksanaan HMETD pada 29 November-5 Desember.
 
Selain itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memperkirakan waktu perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 3-9 November, setelah tanggal cum-right 27 Oktober (pasar reguler dan negoisasi) dan 1 November (pasar tunai) serta tanggal ex-right 28 Oktober (pasar reguler dan negoisasi) dan 2 November (pasar tunai).
 
Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi memaparkan pelaksanaan HMETD kemungkinan pada pertengahan November. “Untuk Wika dijadwalkan pertengahan November akan dilaksanakan, setelah tadinya awal November,” katanya ketika dihubungi, pekan lalu.
 
Rentang harga pelaksanaan right issue Wijaya Karya sendiri sebesar Rp1.525-Rp2.505 per saham, Krakatau Steel sebesar Rp 500-Rp565 per saham dan Jasa Marga sebesar Rp3.700-Rp4.500.
 
Seperti diketahui, 4 BUMN itu akan melakukan right issue setelah disetujui oleh Komisi VI, Komisi XI dan Badan Anggaran DPR untuk memperoleh PMN yang dianggarkan dalam APBN Perubahan 2016.
 
Salah satu syarat hukum supaya PMN itu dapat diterima oleh BUMN adalah pemerintah harus menerbitkan PP. Oleh karena itu, apabila tanpa PP, BUMN tidak dapat menerima PMN sekaligus tidak dapat melakukan right issue.
 
Wijaya Karya dianggarkan untuk mendapatkan PMN senilai Rp4 triliun, Krakatau Steel Rp1,5 triliun, Jasa Marga Rp1,25 triliun dan PTPP Rp2,25 triliun. Dalam melakukan right issue, masing-masing BUMN juga mengincar dana selain PMN yakni dari investor publik sesuai mekanisme yang ada.
Tag : bumn, right issue
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top