Operasional Asuransi Jiwa Bumiputera Ditarget Februari 2017

Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) 1912 memperkirakan cucu usaha yang akan mengambil alih bisnis perusahaan yakni PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) akan mulai efektif menjalankan bisnisnya pada Februari 2017 mendatang.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  19:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) 1912 memperkirakan cucu usaha yang akan mengambil alih bisnis perusahaan yakni PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) akan mulai efektif menjalankan bisnisnya pada Februari 2017 mendatang.

Adhie Massardi, Pengelola Statuter bidang SDM, Umum dan Komunikasi menuturkan rencana operasional ini masih dalam rentang yang ditargetkan perusahaan. Dia mengatakan saat ini tengah berlangsung migrasi karyawan dari AJBB 1912 ke AJB.

“Ini sedang migrasi, untuk kantor pusat sudah 120 fungsi [dipindahkan] artinya sudah bisa running,” kata Adhie di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Dia mengatakan dari 3.200 karyawan AJBB, maka akan dipindahkan 1.200 karyawan ke AJB. Sedangkan seluruh agen berlisensi yang dimiliki perusahaan yang mencapai 28.000 orang akan sepenuhnya berada di AJB mengingat AJBB tidak lagi menerbitkan polis.

“Sampai akhir Januari merupakan transisi” katanya.

Adhie mengatakan pekerja yang dipindahkan ini tidak akan kehilangan fasilitas yang didapat dari AJBB. Selain itu posisi yang diberikan akan tetap sama. Adhie mengatakan mundurnya rencana operasional penuh ini lebih persoalan teknis administrasi, ia mengatakan sejumlah posisi yang kosong karena pindah ke AJB memerlukan waktu untuk diisi. Dia mengatakan proses ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada nasabah.

“[Setelah ini] Kanwil dan Kantor cabang  AJBB akan menjadi Kanwil dan cabang PT AJB. Dengan tidak menanggung beban masa lalu maka AJB akan menjadi perusahaan besar,” katanya.

Sementara itu sejumlah karyawan AJB Bumiputera yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan serikat pekerja telah menyampaikan kepada pengelola statuter bahwa karyawan yang dimasukan ke AJB masih menjadi anggota serikat pekerja Bumiputera 1912 hingga hadirnya serikat pekerja baru dalam entitas itu.

Selain itu karyawan meminta pengelola statuter dan pemegang saham baru memegang komitmen bahwa tidak ada pemecatan ataupun pengurangan manfaat yang diperoleh karyawan setelah bisnis beralih ke AJB.

“Manajemen dan PS harus mengedankan kesejahteraan karyawan. Hak yang diterima persis sama. Sampai hari ini komitmen masih dipegang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumiputera

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup