Taspen Life Masih Andalkan Deposito

Direktur Keuangan dan Umum PT Asuransi Jiwa Taspen atau Taspen Life Pask Suartha mengatakan untuk penempatan instrumen investasi, perusahaan pada prinsipnya tidak akan menaruh dalam satu paket guna meningkatkan pendapatan perusahaan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 17 Maret 2017  |  22:26 WIB
Taspen Life Masih Andalkan Deposito
Gedung PT Taspen (Persero) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Keuangan dan Umum PT Asuransi Jiwa Taspen atau  Taspen Life Pask Suartha mengatakan untuk penempatan instrumen investasi, perusahaan pada prinsipnya tidak akan menaruh dalam satu paket guna meningkatkan pendapatan perusahaan.

 “Yang terpenting kami memilih instrumen investasi yang memberikan yield dengan risiko yang masih bisa ditolerir,” kata  Pask, Jumat(17/3/2017).

 Dia mengatakan untuk 2017 perusahaan akan masih menempatkan instrumen deposito, menurutnya deposito masih sangat diperlukan untuk menjaga likuiditas. Sehingga, apabila terdapat permintaan bayar klaim bisa langsung mengambil dari deposito.

 “Posisi deposito 30% atau sekitar Rp960 miliar. Jadi kalau ada permintaan bayar klaim kami ada cadangan deposito. Deposito bebas dari penalti sehingga bisa kami cairkan langsung,” katanya.

 Adapun untuk instrumen obligasi, dia mengatakan tentunya perusahaan menempatkan obligasi yang bersifat jangka panjang karena untuk mengdongkrak klaim yang jangka panjang juga. Pihaknya menargetkan untuk instrumen tersebut dapat mencapai 15%--25%.

 Setelah deposito, reksa dana, dan obligasi, Taspen Life juga akan menempatkan investasi saham. Bahkan terdapat sinyal untuk meningkatkan porsi saham dari 3% pada tahun lalu menjadi 10% di 2017. Meski begitu, dia mengatakan perusahaan masih akan terus memantau pergerakan pasar modal.

 Selain itu, Taspen Life akan menambah manfaat kesejahteraan karyawan dilingkungan pegawai negeri sipil (PNS), BUMN dan korporasi. Terdapat dua tambahan produk asuransi jiwa individu terbaru dari tujuh produk asuransi.

Sejauh ini, Taspen Life masih mengandalkan produk asuransi tradisional, yakni produk asuransi pendidikan dan produk khusus pensiun. Produk ini nantinya akan menyasar segmen ritel yang saat ini porsinya masih 5%. Kontribusi segmen ritel terhadap total premi baru berkisar Rp 9 miliar. Sementara, segmen korporasi masih menjadi andalan. Premi yang berasal dari segmen korporasi mencapai 95% dari total perolehan premi.

Perusahaan ini juga akan memperkuat jaringan distribusi yakni dengan menambah tenaga pemasaran yang menyasar kalangan non captive market. Selain itu, jalur distribusi bancassurance juga akan dipilih Taspen Life demi mengejar target premi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top