KINERJA BANK KUARTAL I: BRI Raup Laba Rp6,64 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada kuartal I/2017 mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 6,4% menjadi Rp6,64 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 20 April 2017  |  02:05 WIB
KINERJA BANK KUARTAL I: BRI Raup Laba Rp6,64 Triliun
Gedung Bank Rakyat Indonesia - Ilustrasi

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada kuartal I/2017 mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 6,4% menjadi Rp6,64 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Saat Bisnis meminta konfirmasi kepada Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo tidak merespons, Kamis (19/4).

Perolehan laba bersih itu disokong oleh pertumbuhan kredit meskipun naik tipis. Pada tiga bulan pertama tahun ini, bank berkode emiten BBRI itu mencatatkan pertumbuhan kredit 2,83% menjadi Rp661,69 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Dari kenaikan kredit itu, perseroan meraup pendapatan bunga bersih sebesar Rp17,27 triliun, naik 12,72% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan naik sebesar 3,03% menjadi Rp732,55 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Dari segi kinerja rasio keuangan perseroan, seperti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross membaik menjadi sebesar 2,16% dari periode sebelumnya 2,22%.

Untuk NPL net, perseroan mencatatkan penurunan sebesar 2,16% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang berada pada level 2,22%.

Namun, dari sisi margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) turun tipis menjadi 8,08% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 8,09%.

Adapun, dari segi loan to deposit ratio (LDR) sedikit meningkat menjadi sebesar 93,15% dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya 88,81%.

Sementara itu, perseroan berencana menambah anak usahanya, yakni pada bidang sekuritas dan modal ventura.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso sebelumnya mengatakan, untuk sekuritas, perseroan melihat peluang bisnis pada sekuritas ritel. “Kalau selama ini, sekuritas itu bayangannya yang besar-besar, tetapi tampaknya sekuritas ritel juga banyak dibutuhkan,” ujarnya.

Dia enggan menyebutkan detail sekuritas yang akan dicaplok perseroan, termasuk peluang Bahana Sekuritas yang sempat disebut seiring dengan proses holding BUMN perbankan.

Di sisi lain, perseroan cukup membutuhkan anak usaha modal ventura dalam jangka dekat untuk mengakomodir kebutuhan usaha mikro yang sulit dilakukan lewat skema pembiayaan dengan bank.

Sunarso menyebutkan, manajemen berharap bisa menuntaskan akuisisi perusahaan modal ventura pada tahun ini terkait dengan kebutuhannya.

“Kami pun selalu sedia sekitar Rp5 triliun untuk aksi anorganik seperti ini, kalau ada barang dan butuh ya langsung akuisisi,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup