Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Commonwealth Fokus Garap Nasabah UMKM

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Commonwealth menargetkan pertumbuhan kredit dapat menembus dua digit sampai akhir tahun ini dengan fokus pada segmen nasabah ritel dan mengurangi eksposur ke segmen kredit korporasi.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 04 September 2017  |  10:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Commonwealth menargetkan pertumbuhan kredit dapat menembus dua digit sampai akhir tahun ini dengan fokus pada segmen nasabah ritel dan mengurangi eksposur ke segmen kredit korporasi.

Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati mengatakan, target pertumbuhan kredit yang cukup tinggi tersebut dipengaruhi oleh kinerja 2016 yang mengalami konsolidasi. Dengan strategi yang tepat, pertumbuhan kredit akan lebih tinggi.

“Sebenarnya target kami in line dengan industri, tetapi kami kan sepanjang 2016 kami konsolidasi untuk segmen kredit komersial, jadi memulai pertumbuhan pada tahun ini dari posisi yang cukup rendah. Jadi masih bisa tembus dua digit,” ujarnya pada Kamis (31/8).

Lauren menuturkan, perseroan pun telah memutuskan meninggalkan segmen kredit komersial dan akan terus fokus pada segmen ritel. Sampai saat ini, portofolio kredit komersial perseroan terus dikurangi hingga tinggal 10%, sedangkan 90% terdiri dari segmen ritel.

“Kami melihat engine dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pun ada pada segmen UKM [usaha kecil dan menengah] dan konsumer juga, jadi arahnya memang ke sana,” tuturnya.

Sampai semester I/2017, pertumbuhan kredit perseroan sudah mencapai dua digit setelah naik sebesar 11% menjadi Rp12,62 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,68% menjadi Rp15,08 triliun.

Dengan pertumbuhan pada intermediasinya itu, Bank Commonwealth mencatatkan laba bersih positif menjadi Rp70,28 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang masih merugi Rp200,16 miliar.

Secara rasio keuangan, dari sisi rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross perseroan masih menanjak menjadi 3,91% dibandingkan dengan Juni 2016 yang sebesar 3,4%. Lalu, untuk rasio kecukupan modal atau capital adequacy rasio (CAR) sedikit turun ke level 24,7% dibandingkan dengan sebelumnya 26,1%.

Untuk loan to deposit rasio (LDR) perseroan berada pada posisi 83,64% atau lebih longgar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang sebesar 86,42%.

Bank Commonwealth juga fokus untuk bekerja sama dengan komunitas untuk mendorong pertumbuhan kredit UKM yang tengah menjadi fokus utama. Lauren menuturkan, lewat kerja sama dengan komunitas, perseroan bisa mendapatkan data historis calon-calon nasabah yang juga anggota dari komunitas yang bekerja sama tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank commonwealth
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top