PENGELOLAAN KEUANGAN: Untung Rugi Kelola Uang di Rekening

Memiliki rekening bank lebih dari satu disebut sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan yang paling mudah. Namun, apa keunggulan dan kekurangan pengelolaan keuangan dengan memiliki beberapa rekening bank?
Surya Rianto | 25 September 2017 10:54 WIB

Memiliki rekening bank lebih dari satu disebut sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan yang paling mudah. Namun, apa keunggulan dan kekurangan pengelolaan keuangan dengan memiliki beberapa rekening bank?

Dari riset Inside ID yang diterima Bisnis akhir pekan lalu disebutkan tujuh dari 10 orang memiliki rekening bank lebih dari satu. Hasil itu didapatkan dari hasil riset yang dilakukan kepada 693 orang yang hasilnya 68% diantaranya memiliki rekening bank lebih dari satu.

Secara rinci, hasil riset itu menyebutkan 36% dari responden riset itu mengaku memiliki dua rekening tabungan di bank. Lalu, 21% memiliki tiga rekening bank, 11% memiliki lebih dari tiga rekening, dan 32% sisanya hanya memiliki satu rekening bank.

Hasil riset itu juga menyebutkan alasan memiliki rekening bank lebih dari satu antara lain, sebanyak 39% mengaku karena ingin memisahkan antara rekening pribadi dengan rekening gaji, 26% pemisahan rekening pribadi dengan bisnis, 19% mengaku hanya untuk menyediakan tempat menabung secara khusus.

Lalu, sebanyak 12% mengaku memiliki lebih dari satu rekening bank untuk memfasilitasi investasi, seperti deposito, reksa dana, dan sebagainya. Lalu, 5% responden yang lain mengaku alasan memiliki lebih dari satu rekening adalah untuk mempermudah transaksi kartu kredit.

Kepala Bisnis Unit Inside ID Andres Christian mengatakan, memiliki lebih dari satu rekening bank membuat penempatan uang menjadi lebih terarah dan terorganisasi dengan baik. Dengan adanya pemisahan rekening antara penerimaan gaji atau hasil bisnis dengan pengeluaran, keluar masuk uang bisa dimonitor.

“Soalnya, untuk memisahkan antara kebutuhan dasar dan lainnya kan cukup sulit, jadi akan timbul kecenderungan sulit menabung bila rekening tabungan tidak dipisahkan dengan rekening yang digunakan untuk keperluan rutin,” ujarnya pada akhir pekan lalu.

Selaras dengan Andres, Perencanaan Keuangan yang juga Presiden Direktur PT Cerdas Keuangan Indonesia dan Komisaris Oneshildt Financial Planing Mohamad Andoko mengatakan, dengan memiliki beberapa rekening, biasanya pengaturan antara pendapatan dari gaji atau hasil bisnis dengan pengeluaran sehari-hari bisa lebih tertib.

Namun demikian, Andoko mengingatkan, dalam pengelolaan uang lewat beberapa rekening bank juga harus memperhatikan total beban biaya administrasi setiap rekening. Pasalnya, semakin banyak kepemilikan rekening bank justru memunculkan pengeluaran tambahan untuk biaya administrasi.

“Misalnya, biaya administrasi satu rekening Rp15.000 per bulan, kalau punya empat rekening berarti akan keluar biaya Rp60.000 per bulan. Nah, kalau setahun total biaya administrasi bank saja sudah sekitar Rp700.000,” ujarnya.

Andoko menyarankan, bila ingin tetap mengelola tabungan dengan baik tetapi tidak mau terkena biaya administrasi rekening yang besar, nasabah dapat memilih produk bank lainnya seperti tabungan berjangka yang bisa didebit secara otomatis setiap bulan. Pilihan lainnya, berinvestasi secara rutin di produk investasi reksa dana untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah hingga panjang.

Ketika memutuskan berinvestasi di reksa dana, lanjut Andoko, nasabah perlu memahami bahwa instrumen tersebut mengandung risiko investasi meskipun menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi serta menawarkan insentif berupa pajak yang lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%.

Andoko melanjutkan, walaupun dari segi imbal hasil lebih rendah, akan tetapi produk bank tidak memiliki risiko penurunan nominal dana yang disimpan. Selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan, dana yang disimpan di bank juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Oleh karena itu, penempatan dana di bank sangat cocok untuk kebutuhan keuangan jangka pendek, karena sangat mudah untuk ditarik secara tiba-tiba bila ada kebutuhan mendadak.

“Jadi, diversifikasi saja antara kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang,” lanjutnya.

Sementara itu, dari sisi bank, kebiasaan nasabah memiliki beberapa rekening untuk mengatur keuangannya dinilai sebagai bagian dari tugas bank untuk memenuhi seluruh kebutuhan.

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Randi Anto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beragam produk tabungan yang dapat dipilih nasabah sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan.

Randi menuturkan, untuk perseroan punya produk tabungan yang disiapkan kepada beberapa segmen seperti BRItama Bisnis, BRItama, sampai BRItama Junior.

“Ini kan juga salah satu fungsi bank sebagai adviser dan menangani cash management nasabah,” tuturnya.

Nah, dengan berbagai kemudahan yang tersedia, bagaimana strategi Anda untuk mengontrol keuangan secara lebih efisien?

Tag : pengelolaan keuangan
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top