Bagaimana Cara Memulai Investasi Saham?

Beragam pilihan investasi kini dapat dengan mudah diambil oleh para investor sebagai salah satu sarana merealisasikan mimpi di masa depan. Saham yang secara tren-nya memiliki return yang lebih baik dibandingkan inflasi, menjadi pilihan investasi menarik bagi para investor.
Dewi Andriani & Rachmad Subiyanto | 06 November 2017 16:43 WIB
Seorang pria melintas di sekitar papan elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Beragam pilihan investasi kini dapat dengan mudah diambil oleh para investor sebagai salah satu sarana merealisasikan mimpi di masa depan. Saham yang secara tren-nya memiliki return yang lebih baik dibandingkan inflasi, menjadi pilihan investasi menarik bagi para investor.

Namun, masih belum banyak yang mengetahui bagaimana cara untuk mulai berinvestasi saham. Anda sendiri, apakah sudah mengetahui cara berinvestasi di pasar saham?

1. Kenali produknya
Seperti pameo lama, tak kenal maka tak sayang. Untuk memulai berinvestasi saham, Anda harus memahami apa itu saham, bagaimana mekanisme jual beli nya, dan bagaimana aturannya. Pelajari istilah – istilah yang ada di pasar saham, seperti buy, sell, auto reject, margin, dan dividen.

2. Lakukan riset
Setelah memahami apa itu saham, selanjutnya lakukanlah riset untuk mengetahui saham mana yang akan Anda pilih. Logikanya, apabila Anda ingin memberikan modal ke suatu perusahaan, Anda harus tahu bagaimana perusahaan itu. Pelajari pula risiko dan kondisi makroekonomi yang mungkin akan berpengaruh terhadap perusahaan.

3. Siapkan modal yang cukup
Ini yang masih debatable. Ada yang menyebut bisa dimulai dengan Rp10 juta, tetapi ada pula yang berpendapat Rp10 juta tidak cukup. Soal angka, sebaiknya lihat kemampuan diri untuk bagaimana dapat mengikhlaskan apabila kerugian terjadi. Satu yang terpenting, ikuti formula 2% dan 6% yang diusulkan oleh Alexander Elder. Dalam formula ini, kerugian maksimal yang ditoleransi dalam satu posisi trading adalah 2% dari seluruh modal dalam satu akun trader. Sementara kerugian untuk seluruh posisi trading, maksimal dibatasi hanya 6%. Dengan mematuhi aturan ini, kerugian yang harus diterima tidak akan dapat langsung melenyapkan modal Anda dalam semalam.

4. Pilih sekuritas yang paling sesuai
Tahapan terakhir ini bisa dilakukan dengan mencari referensi dari mereka yang sudah terlebih dahulu berinvestasi saham. Yang harus diingat, investasi yang baik membuat Anda tak hanya mudah untuk berinvestasi tetapi juga mudah untuk mencairkan dana ketika membutuhkan.

Tag : saham
Editor : Rachmad Subiyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top