Bidik Pensiunan, Bank Mantap Tawarkan Wirausaha Mantap Sejahtera

Bank Mantap meluncurkan program baru, Wirausaha Mantap Sejahtera, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha para nasabah pensiunan dan calon pensiunan PNS dan TNI/Polri. Peluncuran program tersebut dilakukan di Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).
Ropesta Sitorus | 14 November 2017 16:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap meluncurkan program baru Wirausaha Mantap Sejahtera sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha para nasabah pensiunan dan calon pensiunan PNS dan TNI/Polri.
Peluncuran program tersebut dilakukan di Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan Wirausaha Mantap Sejahtera adalah program wirausaha yang terintegritasi antara pelatihan ide, praktek usaha, pengembangan diri, dan mentoring usaha. Bank Mantap akan menyediakan bapak asuh atau mentor bagi caon wirausaha.

"Kami akan membantu nasabah melalui mentoring dan bantuan modal untuk membentuk wirausaha yang produktif," kata Josephus.

Melalui program tersebut, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. itu ingin menciptakan komunitas-komunitas wirausaha calon pensiunan dan pensiunan yang punya minat usaha yang sama dengan jenis usaha sesuai potensi lokal daerah tempat para pensiunan tersebut berada.

"Tujuan program ini terutama dapat menjadi pilihan kegiatan utama untuk mendukung produktivitas di masa pensiun dan untuk sarana pengembangan diri dan menuangkan ide serta kreativitas untuk menjaga tingkat keaktifan di masa pensiun," katanya.

Dia menuturkan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan CSR perseroan. Akan tetapi pihaknya juga akan menyediakan pembiayaan sebagai modal usaha bagi calon wirausaha dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan.

"Ini akan berpotensi meningkatkan kredit, tetapi kami belum mematok target khusus jumlah kredit dapat disalurkan lewat komunitas ini karena programnya sendiri masih baru."

Mengacu pada UN Population Projection, Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menambahkan, Indonesia akan mengalami ledakan populasi lansia pada 2050 dengan jumlah mencapai 80 juta jiwa. Pada tahun itu, jumlah lansia di Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan jumlah lansia terbesar di dunia.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut dan keterbatasan fisik para pensiunan, Bank Mantap menciptakan program wirausaha yang mudah dilakukan oleh para pensiunan dengan membantu memberikan solusi dari hulu ke hilir, dari sejak mendapatkan motivasi dan teori usaha hingga bantuan pemasaran," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yakni PT Bank Mandiri (persero) Tbk., PT Taspen (persero) Tbk., dan PT Pos Indonesia (persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali.

Bank Mantap membukukan kinerja positif dalam 10 bulan pertama tahun 2017. Hingga Oktober, total aset perseroan naik 148,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp12,73 triliun.

Adapun, posisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp8,74 triliun atau tumbuh 107,4% (yoy), untuk penyaluran kredit berkisar Rp9,62 triliun atau melejit 141,3%. Secara khusus penyaluran kredit untuk segmen pensiunan sebesar Rp7,51 triliun, tercatat tumbuh 297,5% (yoy).

Sementara itu, total laba bersih yang dihasilkan juga mengalami kenaikan 168,3% (yoy) menjadi Rp125,2 miliar. Saat ini Bank Mantap memiliki jaringan kantor sebanyak 177 kantor yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.

 

Tag : Bank Mantap
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top