Bank Mandiri (BMRI) Tuntaskan Write Off Rp12 Triliun Tahun Ini

Untuk mengurangi tekanan pada kualitas aset, PT Bank Mandiri Tbk. berencana menuntaskan write off pada tahun ini dengan proyeksi sekitar Rp10 triliun-Rp12 triliun.
Novita Sari Simamora | 23 November 2017 21:42 WIB
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Kartika Wirjoatmodjo memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Reformasi Pajak di Jakarta, Senin (30/10). - JIBI/Dwi Prasetya
Bisnis.com, BENGKULU -- Untuk mengurangi tekanan pada kualitas aset, PT Bank Mandiri Tbk. berencana menuntaskan write off pada tahun ini dengan proyeksi sekitar Rp10 triliun-Rp12 triliun.
 
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, sepanjang dua tahun ini perseroan telah melakukan write off yang cukup besar. Aksi write off tersebut terjadi karena meningkatnya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank Mandiri dua tahun terakhir.

"Write off cukup besar dua tahun ini. Harusnya NPL kami bisa turun tahun ini jdi 3,5% dan tahun depan bisa di bawah 3%. Tahun depan, kami belum rencana write off," ungkapnya, Kamis (23/11/2017).

Adapun, target write off sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp10 triliun--Rp12 triliun. Hingga akhir tahun, emiten keuangan bersandi saham BMRI tengah fokus menggarap segmen korporasi dan ritel. Dia menuturkan, penyaluran kredit untuk segmen cenderung masih memiliki risiko kredit.

"Segmen menengah NPL agak tinggi, jadi kami agak geser ke korporasi khususnya di infrastruktur dan di sawit dan mineral. Lalu segmen ritelnya ada di kendaraan bermotor, KPR dan multiguna," ungkap pria yang akrab disapa Tiko.

Hingga akhir tahun, Bank Mandiri optimistis bisa tumbuh hingga 9% secara tahun. Lalu, pada 2018, perseroan memasang target optimis pertumbuhan kredit hingga 12% year on year.

Tag : bank mandiri, kredit perbankan
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top