Perbankan Adu Strategi Himpun Dana Murah

Beragam cara dilakukan perbankan, baik konvensional maupun syariah, untuk meningkatkan efisiensi. Salah satunya dengan memupuk dana murah. Dana murah seperti tabungan dan giro menjadi buruan hampir semua bank.
Ropesta Sitorus | 27 November 2017 16:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Beragam cara dilakukan perbankan, baik konvensional maupun syariah, untuk meningkatkan efisiensi. Salah satunya dengan memupuk dana murah.

Dana murah seperti tabungan dan giro menjadi buruan hampir semua bank demi menekan biaya dana dan menjaga rasio margin tetap besar.

Dari dua jenis dana murah itu, yang kerap menjadi rebutan antarbank adalah tabungan. Berbagai cara dan upaya pun dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat menyimpankan dananya di bank.

PT Bank BNI Syariah misalnya. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. itu kian mempertajam strateginya dengan mencari keunggulan dalam tiap halal ekosistem.

“Kami mau dipersepsikan sebagai khasanah banking partner. Bank syariah punya niche market berupa halal ekosistem seperti halal tourism, food, fashion. Nah kami punya posisi yang sangat baik dalam masing-masing ekosistem itu,” kata Kepala Divisi Pendanaan dan Transaksi BNI Syariah Rima Permatasari kepada Bisnis, belum lama ini.

Selain itu, BNI syariah juga mengawal bagian ekosistem halal lainnya, yakni infak, sedekah dan wakaf dengan merancang produk tabungan khusus.

Strategi BNI syariah juga cukup menonjol dalam segmen ini. Terbukti tahun lalu perseroan meluncurkan wakaf khasanah, ini adalah crowdfunding platfom untuk para wakif yang ingin berwakaf melalui uang.

Pada awalnya kerja sama dilakukan dengan 5 nazir wakaf dan kini jumlahnya bertambah menjadi 9 nazir, antara lain Al Azhar dan Dompet Duafa.

Tak hanya mendorong jumlah dana simpanan, keberadaan wakaf crowdfunding itu juga mendongkrak jumlah nasabah yang menabung di BNI syariah.

“Sebenarnya para wakif tidak wajib buka tabungan untuk berwakaf, sebab ini bisa dilakukan lewat aplikasi. Tetapi ketika mereka lakukan transaksi itu, lama-lama akhirnya mereka buka tabungan di BNI syariah. Jadi saya kira grotwh tabungan yang tinggi itu karema masyarakat sudah tersosialisasi kalau mau wakaf bisa lewat BNIS,” paparnya.

Hingga September lalu, pertumbuhan dana BNI Syariah tercatat di atas rata-rata industri syariah yaitu sebesar 21,4% yoy, di mana pertumbuhan tertinggi ada di produk tabungan yaitu sebesar 25.6%.

Tak hanya bidang itu, BNI syariah juga giat menjaga segmen haji dan umroh.   Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. itu meluncurkan kembali produk tabungan umroh untuk target pasar anak-anak.

Kemudian, bank juga mengemas produk tabungan qurban, untuk memudahkan nasabah mengumpulkan uangnya untuk berkurban.

Dengan melihat respons publik, Rima yakin rasio dana murah akan bisa meningkat menjadi separuh dari total dana simpanan masyarakat. Saat ini rasio CASA BNI Syariah berkisar 48%-49% dari total DPK.

Di sisi kelompok bank pembangunan daerah, sudah bukan rahasia bila kebanyakan bank masih mengandalkan dana mahal seperti deposito dan dana pemda. Akan tetapi, lagi-lagi demi alasan efisiensi, BPD juga kini kian getol mencari dana murah dari masyarakat.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) misalnya, mengandalkan promosi lewat konser musik dan program undian hadiah.

Direktur Operasional dan Unit Syariah Bank Jateng Hanawijaya menyampaikan strategi tersebut cukup ampuh dalam penghimpunan DPK.

“Kami telah melakukannya dalam konser Afgan dan Yura di Solo, April lalu. Kemudian Oktober lalu kami gelar lagi di Yogyakarta dengan mendatangkan artis internasional yaitu Michael Learns To Rock / MLTR,” kata Hanawijaya.

Adapun, konsep yang diterapkan yakni tiap nasabah yang membuka Tabungan Bima di Bank Jateng dengan jumlah mulai dari Rp500.000 - Rp5 juta, berhak mendapatkan tiket menonton konser. Namun, syaratnya, tabungan tersebut harus diendapkan minimal selama 4 bulan.

Selain mendapatkan tiket konser, Bank Jateng juga melengkapi promo undian dengan berbagai hadiah mulai dari handphone, emas, motor dan mobil. Tentunya nasabah diharapkan terus menambah saldo tabungannya sampai akhir periode.

“Strategi konser musik ini cukup berhasil. DPK yang dihimpun lumayan besar. Dari konser MLTR kemarin saja, dana Tabungan Bima Bank Jateng tambah sekitar Rp6 miliar,” kata Hanawijaya.

Sebagai catatan, total DPK Bank Jateng mencapai Rp51,51 triliun pada September 2017, tumbuh 12,42% secara year on year.

Strategi kreatit tersebut, tambahnya, berhasil membuat ketergantungan Bank Jateng terhadap dana Pemda mulai berkurang secara bertahap. Dengan demikian tekanan pengetatan likuiditas yang biasanya sering terjadi di akhir tahun, saat Pemda melakukan penarikan dana, diharapkan mulai berkurang.

“Tahun ini likuiditas kami tumbuh lebih cepat dari kredit, berbeda dengan tahun lalu di mana kami harus mengejar DPK saat akhir tahun. Alhamdullilah kami sudah bisa menggeser ketergantungan kami ke dana pemda, sekarang posisinya tinggal 30%, sisanya 70% dari dana masyarakat,” ungkapnya.

Konsep Undian

Pada dasarnya konsep undian memang masih jadi andalan sejumlah bank dalam mendongkrak DPK di tengah era bunga rendah setelah penurunan bunga acuan BI.

Bank telah cukup lama menggelar mekanisme ini antara lain PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. lewat SERBU BTN, program undian bulanan dengan total hadiah Rp18 miliar.

Program yang digelar selama periode 1 September 2016 hingga Agustus 2017 bagi nasabah tabungan BTN Batara konvensional itu membuat jumlah tabungan BTN naik 27,83% per Agustus 2017, tertinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan sebesar 8,47%.
Alhasil, saldo Tabungan BTN Batara  yang berkontribusi sekitar 34%  terhadap jumlah tabungan total BTN berhasil mengerek dana pihak ketiga BTN pada triwulan III 2017 hingga Rp168,05 triliun atau tumbuh 13,96% (yoy).

Kenaikan saldo tabungan juga membuat rasio CASA menjadi 48,6%, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 45,59% .

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan program SERBU BTN menjadi salah satu andalan dalam meraup dana murah.

“Peningkatan saldo selama periode tabungan berlangsung meningkat sebesar 11,34% menjadi Rp11,4 triliun pada bulan Agustus 2017 dibandingkan  bulan yang sama tahun lalu yang mencapai Rp10,28 triliun,” katanya.

Program SERBU BTN tidak hanya manjur meningkatkan nilai saldo Batara, tapi juga menambah jumlah rekening penabung BTN Batara. Jumlah rekening BTN Batara naik 6,34% menjadi sebanyak 1.979.037 rekening.  

“Kenaikan jumlah penabung dan saldo juga didorong oleh bertambahnya fitur tabungan Batara dan naiknya transaksi digital Banking di BTN baik lewat aplikasi maupun internet banking,” kata Maryono.

 

Tag : perbankan, dana murah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top