Axa Mandiri Bidik 25% Nasabah Bank Mandiri

PT Axa Mandiri Financial Services berencana meningkatkan jumlah kostumer dari induk usaha PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) hingga mencapai 25% dari total nasabah bank dalam beberapa tahun ke depan.
Oktaviano DB Hana | 30 November 2017 14:07 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Axa Mandiri Financial Services berencana meningkatkan jumlah kostumer dari induk usaha PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) hingga mencapai 25% dari total nasabah bank dalam beberapa tahun ke depan.

Tisye Diah Retnojati, Directory Of In Beach Channel PT Axa Mandiri Financial Services (Axa Mandiri), mengatakan hingga saat ini sekitar 12,5% nasabah Bank Mandiri dan Bank Mandiri Syariah telah membeli produk asuransi dari pihaknya. Potensi pemasaran dari nasabah induk usaha itu pun diyakini masih terbilang tinggi.

"Kami masih akan fokus di ekosistem Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandir kmi untuk kebutuhan asuransi pada semua layer. Kami bisa sampai 25% dari nasabah Bank Mandiri," ungkapnya, Kamis (30/11/2017).

Tisye menjelaskan upaya meningkatkan jumlah nasabah itu akan diupayakan secepatnya. Namun, dia mengatakan pihaknya memberi tenggat hingga lima tahun ke depan untuk merealisasikan target tersebut.

Tidak hanya melalui kanal pemasaran bancassurance, Tisye mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan seluruh kanal pemasaran yang ada dan menambah jalur distribusi baru untuk mencapainya.

"Yang harus kami lakukan adalah terus meningkatkan pemasaran di jalur pemasaran yang ada. Tentunya kami jugs akan menambah jalur untuk transaksi dengan nasabah," ungkapnya.

Tisye menjelaskan pihaknya hingga saat ini memiliki tiga saluran pemasaran, yakni bancassurance (in branch), alternatif chanel, dan corporate solution. Saluran distribusi bancassurance, jelasnya, masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 80% dari total premi. Selebihnya, kanal pemasaran alternatif, khususnya telemarketing, masih mendominasi.

Berdasarkan laporan keuangan triwulanan per 30 September 2017 di web Axa Mandiri, pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa ini tercatat senilai Rp6,13 triliun. Pendapatan premi itu meningkat 2,00% sebab (berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2016) pada periode yang sama tahun lalu (yoy) realisasinya mencapai Rp6,01 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top