Bank Ini Luncurkan Layanan Mesin Setor Tunai Dalam 4 Mata Uang

Standard Chartered Bank Indonesia meluncurkan layanan cash collection dengan memanfaatkan cash depost machine atau CDM yang pertama di Indonesia.
Andry Winanto | 07 Desember 2017 21:44 WIB
Papan nama Standard Chartered terpasang di depan sebuah gedung, di Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Standard Chartered Bank Indonesia meluncurkan layanan cash collection dengan memanfaatkan cash depost machine atau CDM yang pertama di Indonesia.

CEO Standard Chartered Bank cabang Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan layanan terbaru ini merupakan hasil kolaborasi dengan G4S Indonesia.

“Solusi yang ditawarkan melalui CDM menggabungkan keunggulan unik yang dimiliki oleh Standard Chartered Bank dan G4S dengan memanfaatkan platform Straight2Bank yang merupakan platform perbankan global terintegrasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Doni, panggilan akrab Rino Donosepoetro, menuturkan bahwa mesin tersebut merupakan alat penyetor uang tunai digital yang khusus diperuntukan bagi segmen korporasi. Mesin tersebut, lanjut Doni, dapat membaca hingga empat jenis mata uang yang berbeda, baik dalam baik dalam denominasi rupiah maupun valuta asing.

“Untuk penyetorannya bisa menggunakan kertas atau uang logam,” jelasnya.

Dengan mesin tersebut, Standard Chartered Indonesia berusaha untuk memotong alur penyetoran uang tunai yang selama ini dilakukan oleh nasabah secara konvensional di kantor cabang. Sehingga, diharapkan dapat menekan biaya operasional perusahaan.  “Jadi bisa mengurangi aktivitas penyetoran tunai di cabang, dan lebih secure,” terang Doni.

Rencananya, hingga pada 2018, bank asal Inggris ini menargetkan dapat menyebar 400 unit mesin CDM di seluruh Indonesia, guna melayani kebutuhan para nasabah.

President Direktur G4S IndonesiaDavid Batubara mengatakan layanan CDM bukan hanya mesin tetapi juga menawarkan solusi kepada nasabah korporasi secara end-to-end.

“G4S secara global telah mengoperasikan 7.000 mesin di seluruh dunia dan ini merupakan yang pertama kalinya kami bawa untuk pasar Indonesia,” ujarnya.

Dalam catatan David, penyetoran tunai secara konvensional dengan datang langsung ke kantor cabang memiliki beban biaya sekitar 2% hingga 2,5%.

Dengan menggunakan mesin CDM dapat menekan beban biaya yang ditanggung oleh nasabah menjadi hanya 0,5% hingga 1%,” jelasnya.

Tag : standard chartered
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top