2018, Bank Mega Bidik Transaksi Kartu Kredit Naik Jadi Rp36 Triliun

Kendati sulit mengerek jumlah nasabah pemegang kartu, PT Bank Mega Tbk. menggenjot kinerja kartu kredit yang merupakan salah satu bisnis utama perseroan, lewat penambahan promosi dan layanan.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 15 Desember 2017  |  12:29 WIB
2018, Bank Mega Bidik Transaksi Kartu Kredit Naik Jadi Rp36 Triliun
Bank Mega - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati sulit mengerek jumlah nasabah pemegang kartu, PT Bank Mega Tbk. menggenjot kinerja kartu kredit yang merupakan salah satu bisnis utama perseroan, lewat penambahan promosi dan layanan.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menuturkan pihaknya tetap optimistis transaksi kartu kredit Bank Mega ditargetkan dapat tumbuh sekitar 20% pada akhir tahun 2018.

“Sampai Desember ini total transaksi kartu kredit diperkirakan mencapai Rp30 triliun dan tahun depan mudah-mudahan bisa mencapai Rp35 triliun – Rp36 triliun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Kostaman mengungkapkan, pada dasarnya bisnis kartu kredit menghadapi tantangan dari segi penambahan jumlah pemegang kartu yang dianggap tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.

Salah satu faktor penyebabnya yakni adanya aturan pemberian income document serta access data transaksi nasabah.

“Ini mempengaruhi jumlah kartu yang bisa diapprove, sebagian orang masih reluctant untuk kasih informasi yang dianggap masih rahasia. Dulu kami bisa approve 40.000 – 50.000 kartu per bulan, sekarang hanya sekitar 15.000 – 20.000,” ujarnya.

Selain penambahan kartu  baru yang relatif berkurang, pemegang kartu kredit Bank Mega juga berkurang lantaran adanya faktor kredit bermasalah. Kendati tidak memerinci, Kostaman mengatakan 70% penutupan tersebut dilakukan sendiri oleh perseroan dan sisanya karena inisiatif nasabah.

Secara keseluruhan, sampai saat ini pengguna kartu kredit Bank Mega berkisar 1,5 juta. “Karena secara industri (jumlah kartu kredit) juga turun, kami tidak menargetkan terlalu besar, growth 2018 harapannya 5% -10% tetapi untuk transaksinya mudah-mudahan bisa 20%,” ujarnya.

Adapun, jumlah transaksi kartu kredit pada November telah mencapai Rp27 triliun tumbuh sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adanya moment Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan meningkatkan transaksi sekitar Rp3 triliun, di atas rata-rata transaksi bulanan Rp2,2 triliun – Rp2,5 triliun.

Salah satu strategi yang dilakukan Bank Mega untuk mengerek transaksi yakni lewat kerjasama dengan jaringan perusahaan di grup CT Corp serta merchant online. Adanya manfaat tambahan berupa diskon khusus bagi para pemegang kartu diharapkan dapat meningkatkan loyalitas nasabah.

Bank Mega juga menambah variasi kartu kredit untuk menjangkau segmen tertentu, misalnya dengan kartu travel card.

Di luar itu, perseroan terus meningkatkan inovasi layanan. Kemarin, Bank Mega meluncurkan Mega Credit Card Mobile, aplikasi baru yang memungkinkan pengguna kartu kredit mengakses informasi terkait kartu kredit melalui mobile phone, tanpa perlu harus menelepon call center.

Dalam peluncuran itu, Credit Card & Personal Loan Marketing Head Alfons Kurnia menjelaskan beberapa fitur yang tersedia dalam aplikas itu antara lain, informasi kartu kredit; informasi untuk 20 transaksi terakhir; lembar tagihan;  serta peta untuk lokasi promo kartu kredit, ATM dan kantor cabang.

“Ini baru fase pertama. Next kami akan lakukan pengembangan fitur cicilan dan permintaan loan on card atau dana tunai serta permintaan credit limit. Nanti di fase tiga diharapkan aada integrasi dengan mobile banking atau data funding dalam satu platfom,” ujar Alfons.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mega

Editor : Mutiara Windalita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top