Bank Bali Tingkatkan Layanan Nontunai

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyatakan tahun ini masih akan melanjutkan pengembangan digitalisasi untuk penyediaan layanan perbankan nontunai.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 14 Februari 2018  |  17:26 WIB
Bank Bali Tingkatkan Layanan Nontunai
BPD Bali

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyatakan tahun ini masih akan melanjutkan pengembangan digitalisasi untuk penyediaan layanan perbankan nontunai.

Kepala Divisi TI dan Akuntansi BPD Bali IBG Setia Yasa mengatakan BPD Bali telah mengimplementasikan layanan internet banking sejak 2016.

Perseroan juga memiliki layanan kartu uang elektronik yang dijalankan secara co-branding dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Untuk e-banking, kami sudah ada semua. Sedangkan untuk e-money, kami ada kartu yang masih co-branding dengan Bank Mandiri dan tahun ini rencananya kami akan terbitkan e-money server based dulu,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (14/2/2018).

Gusde, sapaan akrabnya, menuturkan, tahun ini perseroan menyiapkan anggaran khusus untuk pengembangan layanan uang elektronik berbasis server. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar.

“Kurang lebih Rp4 miliar karena kami tidak membangun baru, tinggal tambah fiturnya saja,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penyediaan layanan nontunai untuk aktiivitas pengeluaran dan penerimaan pemerintah daerah, Gusde menyatakan pihaknya telah menyediakan solusi digital yang terintegrasi dengan sistem penerimaan pajak daerah.

Hal ini sejalan dengan pelaksanaan transaksi nontunai yang diberlakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Kami sudah punya sistem yang terintegrasi dengan sistem penerimaan terkait pajak daerah sehingga bisa dilayani secara nontunai di luar channel BPD, sedangkan untuk layanan tunai dengan downline PT Pos sudah berjalan live,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku sejak 2012 telah memiliki layanan nontunai lainnya yang terintegrasi dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online untuk mendukung sistem pengeluaran pemerintah daerah.

“Kami ingin layanan IT Bank Bali setara dengan bank nasional meskipun dalam skala kecil, tetapi punya layanan komprehensif terkait integrasi sistem aplikasi dengan pemda seluruh Bali sehingga pemda dapat layanan yang sama, mudah, efektif dan efisien,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bank Bali, Transaksi Nontunai

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top