SMF Bidik Rp6 Triliun dari Obligasi

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan nilai obligasi tersebut untuk menopang kebutuhan pendanaan Rp6 triliun pada tahun ini, yang semuanya berasal dari penerbitan surat utang."Kita kan cari dana jangka panjang, yang ada sekarang di Indonesia dari capital market, tidak mungkin bank. Kurang lebih Rp6 triliun," kata Ananta kepada Bisnis, Rabu (21/2/2018).
Reni Lestari | 21 Februari 2018 20:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan sekunder perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap III Tahun 2018, senilai Rp2 triliun dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan nilai obligasi tersebut untuk menopang kebutuhan pendanaan Rp6 triliun pada tahun ini, yang semuanya berasal dari penerbitan surat utang.

"Kita kan cari dana jangka panjang, yang ada sekarang di Indonesia dari capital market, tidak mungkin bank. Kurang lebih Rp6 triliun," kata Ananta kepada Bisnis, Rabu (21/2/2018).

Obligasi menjadi tumpuan utama pendanaan SMF karena pada tahun ini, perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki Kementerian Keuangan itu, tidak mendapat jatah penyertaan modal negara (PMN). SMF menerima Rp1 triliun PMN pada tahun lalu.

Adapun untuk menutupi sisa kebutuhan pendanaan, Ananta memastikan SMF akan kembali menerbitkan obligasi. Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo memperkirakan tahun ini pihaknya akan empat kali menerbitkan obligasi. Besaran masing-masing surat utang selanjutnya bergantung pada kondisi pasar dan performa penyaluran pembiayaan.

“Tentunya penerbitan tergantung kondisi pasar dan kebutuhan likuiditas SMF di masa mendatang. Kalau semua keadaannya baik, kita bisa terbitkan 3-4 kali lagi [tahun ini],” kata Heliantopo.

Dana segar hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mengalirkan pinjaman pada penyalur kredit pemilikan rumah (KPR).

Penerbitan obligasi tahap III tersebut merupakan bagian dari PUB IV yang diupayakan MSF dalam menjaring dana dengan target Rp12 triliun. Penerbitan tahap I dan II tahun lalu masing-masing nilainya Rp1 triliun. Dengan demikian, SMF baru merealisasikan Rp4 triliun dari targetnya Rp12 triliun.

Selain obligasi, sumber pendanaan SMF juga berasal dari ekuitas yang tahun ini mencapai Rp6 triliun. Sementara itu, SMF menargetkan pembiayaan sebesar Rp9,6 triliun pada 2018, atau tumbuh 17,7% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp7,3 triliun.

Target tersebut juga akan ditopang dengan rencana menggandeng sejumlah penyalur KPR baru seperti bank pembangunan daerah (BPD), perusahaan pembiayaan, bank syariah, dan bank konvensional lainnya.

Hingga saat ini diketahui , SMF juga telah bekerjasama dengan empat bank umum, enam bank syariah, dan 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Tag : pembiayaan, smf
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top