Maybank Indonesia Berikan Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. dan Maybank Foundation memberikan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Solo.
Nirmala Aninda | 14 Maret 2018 16:24 WIB
Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk. dan Maybank Foundation memberikan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Solo.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proram “Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship” (RISE) yang sebelumnya diluncurkan pada Februari lalu.

Pelaksanaan kegiataan pelatihan ini bertempat di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Gg. Buntu, Penumping, Laweyan, Solo, mulai 12 Maret 2018 dan berakhir hari ini.

Penutupan pelatihan RISE di Solo juga dihadiri Tito Adji Siswantoro, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Nonbank (IKNB) dan Edukasi Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo.

Esti Nugraheni, Head, Corporate Communications & Branding, Maybank Indonesia, mengatakan pemberdayaan ekonomi ini sejalan dengan misi perseroan untuk memanusiakan layanan keuangan di Indonesia.

"Kami berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (14/3/2018).

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, potensi lapangan kerja baru tidak hanya terbuka bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya.

Pelatihan RISE di Solo diikuti sekitar 111 penyandang disabilitas yang memiliki beragam lini usaha, mulai dari berjualan koran, usaha katering, pedagang warung/toko, jasa perbaikan elektronik, perajin genting, penjahit, pengepul barang bekas bahkan di antara peserta juga ada yang belum memiliki usaha namun mempunyai keinginan kuat untuk membuka usaha kecil-kecilan.

Program RISE menerapkan metode pelatihan 3 (tiga) hari. Setelah itu dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 (tiga-enam) bulan.

Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset).

Selanjutnya, dalam masa mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas.

Pelaksanaan program RISE di Solo ini merupakan keberlanjutan dari pilot project dan rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan selama 2 (dua) tahun ke depan, di sedikitnya 7 (tujuh) kota di Indonesia.

"Awal 2018 Maybank Indonesia telah memberikan pelatihan di Yogyakarta dan Malang dengan jumlah peserta sebanyak 222 orang," kata Esti.

Dia melanjutkan saat ini perseroan tengah mempersiapkan program lanjutan menyusul berakhirnya program RISE pada 2019 mendatang dengan menciptakan lebih banyak role model entreprenur dari kalangan penyandang disabilitas.

Tag : maybank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top