Laba Maybank Indonesia Merosot

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mengumumkan sepanjang kuartal I/2018 mencatatkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp463,1 miliar atau turun 5,5% secara year on year dari Rp490,1 miliar.
Nirmala Aninda | 26 April 2018 20:58 WIB
Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mengumumkan sepanjang kuartal I/2018 mencatatkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp463,1 miliar atau turun 5,5% secara year on year dari Rp490,1 miliar.

Hal ini disebabkan oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) menurun tipis sebesar 0,5% pada kuartal I/2018 menjadi Rp1,9 triliun sehubungan meningkatnya persaingan di pasar.

Pendapatan non-bunga Bank tumbuh 18% mencapai Rp635,2 miliar yang diperoleh dari fee bancassurance, administrasi ritel, administrasi kredit, recovery kredit, anak perusahaan, dan jasa layanan lain yang disediakan bank.

Margin bunga bersih terkoreksi menjadi 4,8% seiring tekanan pada imbal hasil kredit yang berlanjut. Perseroan terus menerapkan pricing kredit yang disiplin dan pengelolaan pendanaan secara aktif untuk mengurangi tekanan pada margin.

Meski demikian, bank asal Negeri Jiran tersebut berhasil mendapatkan keuntungan dari pendapatan operasional setelah provisi sebesar Rp682 miliar atau tumbuh 7,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp633,9 miliar. Sementara itu, pendapatan operasional gross tumbuh 3,6% menjadi Rp2,5 triliun pada kuartal I/2018.

Perseroan mencatat pertumbuhan kredit yang moderat sebesar 2,2% secara year on year menjadi Rp122,5 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp119,9 triliun.

Kredit Perbankan Global mencatat pertumbuhan sebesar 6,2% sepanjang kuartal I/2018 menjadi Rp27,6 triliun dari Rp26,0 triliun pada tahun sebelumnya yang didukung oleh pembiayaan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara itu kredit Community Financial Services (CFS) Non-Ritel, yang terdiri dari Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dan Perbankan Bisnis tumbuh 3,2% menjadi Rp52,1 triliun jika dibandingkan dengan total pada tahun sebelumnya Rp50,5 triliun. Namun Maybank mencatat adanya penurunan sebesar 1,3% pada kinerja kredit CFS Ritel menjadi Rp42,8 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan awal tahun 2018 sama menantangnya dengan tahun lalu meskipun terjadi perlambatan di beberapa area, bisnis dan fundamental inti perseroan dinyatakan tetap kuat.

"Kami akan terus mengembangkan aset kami secara selektif untuk memastikan kualitas aset yang baik ke depannya. Perbankan Global kami terus menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan aset kami," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (26/4/2018).

Taswin menyampaikan pihaknya berharap portofolio CFS perseroan secara bertahap dapat menguat di kuartal-kuartal mendatang  seiring dengan peluang pada sektor ritel dan UKM. "Hal tersebut juga ditopang oleh inisiatif yang baru saja kami lakukan dalam mengubah model bisnis ritel kami," tambahnya.

Kualitas aset perseroan disebutkan membaik secara signifikan melalui rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah. NPL gros Maybank Indonesia sampai dengan kuartal I/2018 membaik di level 3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,7%.

NPL net turut merasakan dampak perbaikan kualitas kredit menjadi 1,9% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,4%.

Total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 2,7% secara year on year berkat pertumbuhan giro sebesar 27,3% sehingga rasio dana murah (CASA) pada kuartal I/2017 mencapai 39,7%.

Tag : maybank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top