OJK: Industri Pembiayaan Masih Cukup Baik

Otoritas Jasa Keuangan memastikan kondisi industri pembiayaan masih cukup baik dilihat dari aset, profitabilitas, piutang pembiayaan, dan NPF yang mengalami pertumbuhan.
Azizah Nur Alfi | 21 Mei 2018 17:22 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan memastikan kondisi industri pembiayaan masih cukup baik dilihat dari aset, profitabilitas, piutang pembiayaan, dan NPF yang mengalami pertumbuhan. 
 
Hal ini disampaikan Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan Moch Ihsanuddin dalam kegiatan media briefing dengan topik perkembangan terkini industri pembiayaan pada Senin (21/5/2018), guna menjawab kekhawatiran industri pembiayaan setelah langkah OJK membekukan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) pada 14 Mei 2018.
 
Ihsanuddin menyampaikan, industri pembiayaan dari sisi aset, profitabilitas, piutang pembiayaan, dan NPF (non performing finance) mengalami pertumbuhan. Jumlah aset per Maret 2018 tercatat Rp483,92 triliun atau tumbuh 7,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah piutang pembiayaan per Maret 2018 sebesar Rp419,2 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 6,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
Lebih lanjut, dia mengatakan, sumber pendanaan industri pembiayaan masih didominasi dari pinjaman yang tumbuh 8,40% pada Maret 2018 secara year on year. Pinjaman dalam negeri masih menjadi kontributor terbesar yakni 52,5% dari total pinjaman atau sekitar Rp179,8 triliun. Adapun, pinjaman luar negeri berkontroibusi 27% dari total pinjaman atau sekitar Rp91,2 triliun. Sementara, penerbitan surat berharga seperti oblihasi maupun MTN sebesar Rp71,7 triliun atau sekitar 20,9% dari total pinjaman. 
 
Begitu pula laba mengalami peningkatan. Pada tiga bulan pertama mencapai Rp3,75 triliun atau tumbuh 20,56% secara yoy. Sementara NPF tercatat 3,25% per Maret 2018 atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 3,16%. 
 
"Kondisi keuangan pembiayaan tersebut memberikan gambaran bahwa secara industri masih cukup baik," kata dia.
Tag : perusahaan pembiayaan
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top