Perkuat "Branding", Perbarindo Gelar Hari BPR-BPRS Nasional

Untuk memperkuat branding industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan serangkaian acara Hari BPR-BPRS Nasional.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 21 Mei 2018 15:10 WIB
Kasir Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menghitung uang rupiah. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Untuk memperkuat branding industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan serangkaian acara Hari BPR-BPRS Nasional.

Peringatan Hari BPR-BPRS yang dilakukan setiap 21 Mei ini memiliki empat tujuan. Pertama, meningkatkan pemahaman (awareness) dan penerimaan masyarakat umum, regulator dan pemerintah terhadap keberadaan BPR-BPRS di seluruh Indonesia sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kedua, memperkuat branding positif BPR-BPRS di mata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR–BPRS. Ketiga, meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat terhadap pelayanan jasa keuangan khususnya pelayanan dari industri BPR–BPRS.

Keempat, meningkatkan efektivitas program komunikasi pemasaran BPR-BPRS.

Melalui keterangan resminya, Senin (21/5/2018), Perbarindo akan menggelar berbagai lomba di seluruh kantor BPR-BPRS dan memberikan promo produk kredit, tabungan, deposito, serta produk lainnya. Adapun puncak acara yang dijadwalkan digelar pada 8 Juli 2018 akan mencakup kegiatan Fun Walk, Bazaar UMKM binaan BPR-BPRS, hiburan, pembagian door prize, dan sebagainya.

Perbarindo mengklaim BPR-BPRS telah melayani masyarakat Indonesia selama hampir 30 tahun dan masih tetap tumbuh, eksis, serta menjadi mitra strategis pelaku UMKM.

Hingga Maret 2018, aset industri BPR mencapai Rp127 triliun atau tumbuh 11,02% dibandingkan posisi periode yang sama tahun lalu, sedangkan kredit yang disalurkan menyentuh Rp91 triliun atau naik 8,67%.

 

Di sisi tabungan, nilainya meningkat 14,4% menjadi Rp26 triliun sedangkan deposito naik 10,73% menjadi Rp59 triliun.

Adapun jumlah rekening sudah menyentuh 15 juta rekening, yang didominasi oleh 11,2 juta rekening tabungan dengan rata-rata besaran tabungan Rp2 juta. Sementara itu, jumlah nasabah debitur disebut mencapai 3,2 juta rekening dengan rata-rata pinjaman Rp27 juta. 

Hal ini diklaim menunjukkan BPR-BPRS ditujukan untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perbarindo melanjutkan untuk membawa BPR-BPRS menjadi berdaya saing, ada delapan agenda yang akan dilakukan. Pertama, mengawal proses transformasi bisnis digital BPR-BPRS.

Kedua, mengawal industri BPR-BPRS dalam ekosistem National Payment Gateway (NPG). Ketiga, melakukan sinergi dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin). Keempat, meningkatkan level pelayanan dengan menghadirkan layanan berbasis teknologi.

Kelima, melakukan sinergi dengan bank umum dan vendor Teknologi Informasi (TI). Keenam, mengawal BPR -BPRS sebagai garda terdepan dalam Inklusi dan literasi keuangan.

Ketujuh, meningkatkan peran BPR-BPRS sebagai mitra pemerintah didalam penyaluran dana bantuan maupun program sosial. Kedelapan, mendorong BPR-BPRS sebagai pilar pengembangan ekonomi daerah.

Tag : perbarindo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top