Baznas Luncurkan Lembaga Keuangan Mikro untuk Perangi Rentenir

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan lembaga keuangan mikro untuk menumbuhkembangkan usaha masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, melalui pengutan modal dan layanan pengembangan bisnis.
Nurudin Abdullah | 31 Mei 2018 01:01 WIB
Suasana kegiatan rangkaian peluncuran lembaga Baznas Microfinance di Mal Blok M Plaza, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018). - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan lembaga keuangan mikro untuk menumbuhkembangkan usaha masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, melalui pengutan modal dan layanan pengembangan bisnis.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Mohd Nasir Tajang mengatakan Baznas Microfinance diluncurkan sebagai lembaga keuangan mikro nonprofit untuk membantu para pengusaha mikro dari kalangan masyarakat kurang mampu.

“Lembaga ini diperlukan untuk memerangi rentenir yang menjerat para pengusaha mikro akibat kebutuhan modal mendesak dan kurangnya akses para pengusaha mikro kepada penyedia modal yang layak,” ujarnya, Rabu (30/5/2018).

Hal itu disampaikan Nasir sesuai peluncuran Baznas Microfinance di Mal Blok M Plaza, Kebayoran Baru, Jakarta, yang juga dihadiri anggota Baznas Irsyadul Halim dan Kepala Baznas Microfinance Noor Azis dan para pelaku usaha mikro.

Dia menjelaskan Baznas Microfinance akan membuka akses pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro, memberikan pelayanan pengembangan usaha serta dukungan peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, workshop dan kegiatan lain.

Sementara itu Kepala Baznas Microfinance Noor Azis menyebutkan tahun ini telah didata sekitar 4.000 pengusaha mikro di berbagai daerah yang diharapkan akan semakin berdaya dengan adanya program Baznas Microfinance.

"Masyarakat juga dapat berpartisipasi membantu memberikan kami informasi mengenai pengusaha mikro yang memerlukan bantuan. Tim akan melakukan asesmen lapangan sebelum memberikan bantuan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Menurut Nasir, tahun ini Baznas Microfinance akan menyasar 10 titik di 7 provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara. 

Tag : usaha mikro, baznas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top