Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Swasta Bisa Ambil Kue dari Proyek TOD?

Kendatipun realisasi proyek properti berkonsep transit oriented development atau TOD didominasi perusahaan pelat merah, termasuk bank BUMN, tetapi bank swasta tetap membuka diri untuk turut ambil kue.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 03 Juni 2018  |  14:26 WIB
Bank Swasta Bisa Ambil Kue dari Proyek TOD?
Pembangunan proyek kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati realisasi proyek properti berkonsep transit oriented development atau TOD didominasi perusahaan pelat merah, termasuk bank BUMN, tetapi bank swasta tetap membuka diri untuk turut ambil kue.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Suwignyo Budiman meyatakan pada dasarnya perseroan belum ada bayangan sejauh mana bank swasta bisa turut ambil bagian untuk memasarkan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang berkosep TOD tersebut.

“Tapi kalau kami [bank swasta] bisa masuk ya oke-oke saja. Karena kami kan bank untuk umum. Kalau melihat konsepnya, itu kan hunian dekat stasiun semestinya banyak yang tertarik,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Secara garis besar, emiten berkode saham BBCA tersebut menilai hunian vertikal berkonsep TOD terbilang potensial. Apalagi, jika lokasinya ditempatkan di wilayah-wilayah penyangga Ibu Kota. Pasalnya, TOD dapat mempermudah akses transportasi masyarakat karena dekat dengan stasiun.

Hunian berkonsep TOD dinilai bank, terutama mereka yang pelat merah, sebagai proyek potensial untuk memacu kinerja penyaluran kredit properti pada tahun mendatang. Salah satu bank BUMN yang terlibat dalam proyek ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kepala Bagian Pengembangan dan Pemasaran KPR BRI Zairin mengatakan, setelah proyek hunian berkonsep TOD di Tanjung Barat, Jakarta Selatan selanjutnya perseroan akan terlibat pula untuk proyek hunian TOD di wilayah lain, seperti Depok dan Tangerang Selatan.

“Kami salah satu bank utama yang bekerja sama dengan Perumnas untuk fasilitasi KPR/KPA-nya. Yang kami biayai itu kredit pemilikan hunianya. Ya, potensinya besar,” tutur dia menjawab Bisnis.

Untuk proyek hunian berkonsep TOD di kawasan Tanjung Barat tersebut, BRI mendapat jatah untuk memfasilitasi kredit pemilikan sekitar 1.000 unit apartemen. Tipe apartemennya tidak hanya yang menengah dan bawah tetapi juga kelas atas.

Sejauh ini, BRI mengaku tidak memberikan bunga kredit khusus untuk pengajuan pemilikan properti berkonsep TOD tersebut, tapi perseroan setidaknya memberi perlakuan khusus, semisal provisi dari 1% menjadi setengah persen saja, serta biaya adiminstrasi dikurangi.

“[Kalau untuk keseluruhan] tentu ada peluang lebih dari seribu unit apartemen TOD pasti. Karena seribu itu baru dari satu proyek di Tanjung Barat saja,” ucap Zairin.

Hunian berkonsep TOD merupakan bentuk sinergi para perusahan plat merah. Proyek ini melibatkan beberapa BUMN, seperti PT KAI, Perum Perumnas, dan bank-bank BUMN. Pembangunan hunian vertikal TOD di Tanjung Barat dimulai sejak Agustus 2017.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mendukung penuh realisasi proyek hunian vertikal berkonsep transit oriented development ini.

Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria mengatakan bahwa sebagai bank spesialis kredit properti pihaknya sudah bekerja sama dengan BUMN lain, seperti Perum Perumnas, terkait pembangunan hunian berkonsep TOD tersebut.

Tidak hanya fasilitas kredit pemilikan propertinya tetapi BTN juga memfasilitasi pembangunan atau konstruksi hunian TOD tersebut.

“Tidak perlu ada kekhawatiran dari calon konsumen yang akan beli hunian TOD terkait dukungan kredit perbankan,” ucapnya.

Budi mengutarakan bahwa melalui sinergi BUMN dalam menggarap proyek hunian TOD diharapkan akses masyarakat terhadap hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi dapat segera terpenuhi. Fasilitas kredit konstruksi properti dari BTN juga diharapkan dapat memberi stimulus kepada pengembang agar mempercepat penyelesaian pembangunan.

“Konsep hunian TOD akan memberi banyak keuntungan, baik dari pengurangan kemacetan sampai dengan efisiensi waktu bagi masyarakat yang akan meningkatkan produktivitas kerja. Dengan harapan pertumbuhan ekonomi bisa semakin meningkat,” tutur Budi.

Adapun, tantangan yang dihadapi BTN sebagai bank BUMN yang fokus kepada kredir properti lebih kepada aspek harga. Perseroan menyatakan, tidak mudah memberikan harga hunian yang terjangkau di tengah meningkatkan harga tanah di perkotaan.

BTN menekankan bahwa pihaknya mendukung hunian berkonsep TOD untuk menjadi pilihan masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi. BTN memberi dukungan, baik dalam hal pembiayaan maupun jasa layanan lain yang terkait dengan pembangunan properti ini.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top