Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyatakan kesiapannya menyalurkan KPR bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan langkah ini menjadi dukungan BCA terhadap program pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat dengan penghasilan rendah.
BCA, kata dia, sebagai perbankan nasional selalu berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan.
“Sebagai perbankan nasional, BCA senantiasa sejalan dengan kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan, termasuk untuk penyaluran KPR subsidi,” kata Hera kepada Bisnis, dikutip Jumat (29/8/2025).
Bank milik Djarum Group itu menyatakan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, dalam rangka menyiapkan pelayanan yang berkualitas bagi segenap nasabah.
Hera mengatakan, pihaknya terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor. Dalam penyaluran kredit, BCA tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian bank dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin.
Baca Juga
“Kami juga akan terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian bank dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin,” tutur Hera.
Pada Mei 2025, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng BCA untuk menyalurkan FLPP bagi MBR. Kolaborasi itu tertuang dalam perjanjian kerja sama antara BCA dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) selaku penyalur FLPP.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengharapkan jajaran Kementerian PKP dan BP Tapera dapat memperluas pasar perumahan dengan menggandeng lebih banyak bank-bank swasta dalam penyaluran FLPP.
“Dengan jaringan BCA seluruh Indonesia tentu akan memperluas penyaluran FLPP. Kalau ini BCA mulai dengan 1.000 unit saya yakin dari seribu unit ini bisa naik berpuluh-puluh kali,” kata Maruarar pada Mei 2025.
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan KPR FLPP sebanyak 350.000 unit rumah tahun ini. Melalui program ini, pemerintah menyalurkan pembiayaan perumahan bagi MBR agar bisa memiliki rumah layak huni dan terjangkau serta berkualitas.
Mengutip data BP Tapera, realisasi FLPP mencapai 120.976 unit pada semester I/2025. Capaian itu tumbuh 44,5% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 83.720 unit.
Kemudian, sepanjang 1 Januari - 16 Juli 2025 telah terealisasi sebesar 129.773 unit atau meningkat 50,98% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 85.956 unit.
Secara terperinci, pada Januari 2025 telah terealisasi sebanyak 2.633 unit, Februari 8.797 unit, Maret 42.443 unit, April 29.013 unit, Mei 14.988 unit dan Juni 23.102 unit. Pada Juli hingga tanggal 16 Juli tercatat ada 8.797 unit rumah KPR FLPP yang dimiliki masyarakat.