BJB Syariah Raih Tambahan Modal Rp251 Miliar

PT Bank Jabar Banten Syariah dilaporkan telah menerima penyertaan modal lanjutan sebesar Rp251,89 miliar yang berasal dari perusahaan induk, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Nirmala Aninda | 03 Juli 2018 21:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jabar Banten Syariah dilaporkan telah menerima penyertaan modal lanjutan sebesar Rp251,89 miliar yang berasal dari perusahaan induk, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania menyampaikan, penyertaan modal tersebut efektif sejak 29 Juni 2018, dan merupakan penyuntikan modal lanjutan dari modal dasar Bank BJB Syariah sebesar Rp2 triliun.

“Dengan penambahan modal tersebut, total modal disetor Bank BJB kepada Bank BJB Syariah sebesar Rp1,49 triliun dengan komposisi kepemilikan sebesar 99,07%," ujarnya melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/7).

Menurutnya, penyertaan modal lanjutan tersebut mengubah portofolio kepemilikan saham Bank BJB terhadap Bank BJB Syariah meningkat 0,18% menjadi 99,07% dari 98,8%.

Sampai dengan kuartal I/2018 modal inti perseroan tercatat sebesar Rp624,6 miliar atau mengalami penurunan 14,4% sejak kuartal I/2017 dengan total modal inti sebesar Rp729 miliar.

Bank syariah yang memulai usahanya pada 2010 silam itu, memiliki kinerja yang cukup positif pada awal tahun ini.

Bank BJB Syariah mencatat pertumbuhan laba hingga 250% pada kuartal I/2018 menjadi Rp6,78 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,9 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan margin bunga bersih sebesar 1,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp94,9 miliar. Adapun, beban operasional tercatat turun 4,3% menjadi Rp92,3 miliar.

Dari segi bisnis bank, BJBS mencatat kinerja pembiayaan sebesar Rp5 triliun atau mengalami koreksi sekitar 5% dari kinerja pembiayaan pada kuartal I/2017 sebesar Rp5,3 triliun.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) turut mengalami penurunan sebesar 7,09% menjadi Rp5,59 triliun pada kuartal I/2018. Meski demikian rasio dana murah (CASA) tercatat tumbuh 27,3% dengan nilai penambahan sebesar Rp130 miliar.

Direktur Utama BJBS Indra Falatehan sebelumnya mengatakan pada tahun ini merupakan waktu bagi BJBS untuk menggenjot kinerja perseroan dengan meningkatkan dana murah dan memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah (non-performing finance/NPF).

NPF gross Bank BJB Syariah pada kuartal I/2018 naik menjadi 21,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18,1%. Sementara itu, NPF net mengalami perbaikan menjadi 3,3% dari posisi pada kuartal I/2017 sebesar 4,8%.

Tag : bank bjb syariah
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top