BNI Tokyo Catat Pertumbuhan Kredit 37%

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI Cabang Tokyo membukukan pertumbuhan kredit sebesar 37% pada semester I/2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Riendy Astria | 27 Juli 2018 13:32 WIB
General Manager BNI Cabang Tokyo Ario Bimo di kantor BNI cabang Tokyo, Jepang, Jumat (27/7). Penyaluran kredit BNI cabang Tokyo sudah mencapai US340 juta per Juni 2018 atau tumbuh 37% secara year-on-year (yoy). - Bisnis/Riendy Astria

Bisnis.com, TOKYO -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI Cabang Tokyo membukukan pertumbuhan kredit sebesar 37% pada semester I/2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

General Manager BNI Cabang Tokyo Ario Bimo mengatakan penyaluran kredit perseroan per Juni 2018 sudah mencapai US$340 juta atau tumbuh 37% secara year-on-year (yoy). Pada semester I/2017, total kredit yang berhasil disalurkan perseroan senilai US$247 juta.

Jika dibandingkan dengan pencapaian akhir 2017, penyaluran kredit tumbuh 18%.

Tahun ini, perseroan akan menggenjot bisnis kredit, terutama dari local loan. Strategi tersebut sejalan dengan dengan komitmen BNI cabang Tokyo dalam mendukung kebutuhan bahan baku perusahaan berorientasi ekspor di Tanah Air.

Menurut Bimo, saat ini pemerintah tengah mendorong para pengusaha Indonesia yang berorientasi ekspor untuk membawa seluruh devisanya ke dalam negeri.

“Kami sebagai BUMN juga berkomitmen, kami melakukan pendekatan dengan sejumlah perusahaan kerja sama Indonesia-Jepang yang berorientasi ekspor. Jadi kami kasih pembiayaan ke mereka, nanti mereka ekspor ke sini,” terangnya, Jumat (27/7/2018).

Bimo menjelaskan pada tahun lalu perseroan telah menyalurkan kredit ke PT Great Giant Food senilai US$2 juta. Perusahaan itu memiliki lini bisnis buah segar, nanas kalengan, produksi pisang, dan sebagainya.

“Itu [Great Giant Food] sudah terealisasi, ke depan kami akan mencari lagi perusahaan kerja sama Indonesia-Jepang yang berorientasi ekspor,” tambahnya.

Salah satu strategi yang dilakukan perseroan adalah melakukan pendekatan dengan sejumlah perbankan yang ada di Jepang. Target local loan sebesar US$30 juta pada tahun ini diyakini bisa tercapai.

“Kami tanya apakah ada nasabah mereka yang punya usaha di Indonesia yang berorientasi ekspor, nanti kami bisa kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak," lanjut Bimo.

Hingga saat ini, perseroan sudah menyalurkan local loan ke 16 perusahaan. Selain itu, sudah ada sejumlah pipeline perjanjian local loan yang akan diteken sampai akhir 2018.

Sebagai informasi, pekan lalu BNI juga telah menyalurkan kredit modal kerja senilai 700 juta yen kepada perusahaan manufaktur asal Jepang. Pinjaman dalam denominasi mata uang Jepang ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh bank lokal di Indonesia sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor dalam negeri.

Kredit tersebut diberikan menggunakan skema jaminan Standby Letter of Credit (SBLC) dengan tenor pinjaman 1 tahun. Secara simbolis, BNI memberikan pinjaman tersebut setelah menandatangani perjanjian kredit dengan salah satu perusahaan lokal penghasil suku cadang kendaraan, PT Banshu Electric Indonesia.

Banshu Electric Indonesia merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang berskema joint venture dengan perusahaan lokal Indonesia yang memproduksi suku cadang otomotif wire harness.

Dengan penjualan berbasis ekspor sebesar 43%, nilai ekspor Banshu Electric Indonesia ditaksir sekitar US$30 juta pada 2017.

Kerja sama BNI dengan Banshu Electric Indonesia merupakan dukungan terhadap peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Jepang. Untuk mendukung ekspansi pembiayaan asing tersebut, BNI juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perbankan Jepang atau Japan Regional Bank (JRB).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, kredit

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top