Redam Gejolak, BI Sudah Serap Surat Utang Senilai Rp11,9 Triliun

Bank sentral Indonesia telah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai hingga Rp11,9 triliun per Rabu (5/9/2018).
Hadijah Alaydrus | 05 September 2018 15:44 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbicara saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank sentral Indonesia telah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai hingga Rp11,9 triliun per Rabu (5/9/2018).

Perinciannya, intervensi sebesar Rp3 triliun pada Kamis (30/8), Rp4,1 triliun pada Jumat (31/8), Rp3 triliun pada Senin (3/9), dan Rp1,8 triliun pada Selasa (4/9).
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dalam kondisi saat ini, bank sentral harus meredam gejolak dengan terus melakukan intervensi pasar.
 
Caranya, BI tetap menyuplai valuta asing (valas) dan membeli SBN di pasar sekunder. Langkah inilah yang disebut sebagai intervensi ganda.
 
"Agar suhu badannya bisa stabil," tuturnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (5/9).
 
Perry menegaskan semua intervensi dilakukan dengan mekanisme pasar dan melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam intervensi di pasar SBN.
 
Tidak hanya itu, bank sentral Indonesia menyatakan tetap melakukan lelang Foreign Exchange (FX) Swap dan membuka fasilitas swap hedging bagi pengusaha. 

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot masih stagnan di level Rp14.933 hingga pukul 12.09 WIB. Adapun dalam perdagangan kemarin, rupiah ditutup di posisi Rp14.935 per dolar AS. 

Tag : bank indonesia, sbn
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top