BCA Tampik Isu Akuisisi Bank Panin

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menampik kabar rencana perseroan untuk mengakuisisi saham milik Australian & New Zealand Banking (ANZ) di PT Bank Pan Indonesia Tbk.
Ilman A. Sudarwan | 19 September 2018 19:40 WIB
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan pada acara halal bihalal bersama wartawan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menampik kabar rencana perseroan untuk mengakuisisi saham milik Australian & New Zealand Banking (ANZ) di PT Bank Pan Indonesia Tbk.

“Tidak benar, tidak mau kasih info lain nanti jadi polemik,” jawabnya singkat, Rabu (19/9/2018).

Emiten Bank berkode saham BBCA tersebut diketahui memang memiliki rencana akuisisi bank pada tahun ini. Namun, melalui konfirmasi tersebut Jahja memastikan akuisisi yang akan dilakukan bukanlah terhadap Bank Panin.

Dia juga menyampaikan bahwa perseroan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana akuisisi tersebut. Sehingga, ketika kabar akuisisi Bank Panin tersiar, pihak otoritas tidak meminta konfirmasi lebih lanjut kepada BCA.

Berdasarkan catatan Bisnis, Hampir seluruh saham anak usaha Panin Group yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kabar akuisisi oleh BCA diduga menjadi salah satu sentimen utama.

Pada perdagangan hari ini misalnya, dari enam emiten yang terafiliasi dengan Panin Group hanya satu yang mencatatkan penurunan, yakni PT Clipan Finance Indonesia Tbk. Sham emiten bersandi CFIN itu ditutup turun 0,78% ke level Rp254. Adapun, PT Panin Sekuritas Tbk. sempat fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pada sesi penutupan hari ini, saham PANS ditutup flat di posisi Rp1.585.

Sementara itu, empat saham lainnya kompak menghijau. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) mencatatkan kenaikan cukup tinggi pada perdagangan hari ini, yakni 4,55% ke Rp920. Kenaikan saham PT Paninvest Tbk. (PNIN) bahkan naik lebih tinggi, yakni 7,69% menjadi Rp1.120.

Di sisi lain, PT Panin Financial Tbk. (PNLF) mencatatkan kenaikan sebesar 5,31% ke posisi Rp238, sedangkan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS) terpantau naik sebesar 4,48% ke harga Rp70.

Sebelumnya, Analis Binaartha Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama menilai, momentum beli untuk saat ini sudah terlambat bagi investor, karena harga saham dari beberapa anak usaha Panin Group terbilang mahal.

"Rekomendasinya maintain buy untuk saat ini, karena sudah naik signifikan sejak kemarin. Tren kenaikan ini memang telah terlihat sejak beberapa waktu lalu," kata dia saat dihubungi Bisnis, Rabu (19/9/2018).

Kata Nafan, isu mengenai akuisisi BBCA mampu memberikan sentimen positif terhadap hampir seluruh emiten yang terafiliasi dengan Panin. Dia menilai, saham yang paling menarik untuk dikoleksi adalah PNLF dan PNIN.

Dia meyakini, jika kabar tersebut benar maka PNLF dan PNIN akan mendapatkan berkah karena kemungkinan besar dana itu akan digunakan untuk memperbesar bisnis pembiayaan dan investasi. "Ada langkah strategis di situ [rencana akuisisi]."

Tag : bank panin, bca
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top