BPJS Kesehatan Raih 9 Penghargaan Asia Pasifik

BPJS Kesehatan meraih sembilan penghargaan dari International Social Security Association (ISSA).
Dika Irawan | 03 Oktober 2018 00:26 WIB
Ilustrasi: Warga mengurus kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan meraih sembilan penghargaan dari International Social Security Association (ISSA).

“Raihan penghargaan ini memacu kami beserta seluruh jajaran untuk terus bekerja lebih keras menjaga program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) tetap sustain bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (2/10/2018) melalui siaran pers.

ISSA merupakan asosiasi lembaga jaminan sosial yang beranggotakan 158 negara. BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya peraih sembilan penghargaan pada acara yang dihadiri lebih dari 40 negara se-Asia Pasifik.

Penghargaan yang diberi nama ISSA Good Practice Award ini diberikan 3 tahun sekali untuk masing-masing kawasan. Indonesia masuk kawasan Asia Pasifik. Tiga negara lain masing-masing hanya meraih dua penghargaan (Malaysia) dan satu penghargaan (Iran dan China).

“Di usia emas BPJS Kesehatan ini, kami harapkan institusi akan lebih memberikan prestasi yang lebih baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," ujar Fachmi.

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden ISSA Breuer Joachim kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pada acara International Social Security Association Regional Forum tingkat Asia Pasifik yang diselenggarakan di Kuala Lumpur.

Sembilan penghargaan yang diberikan ISSA kepada BPJS Kesehatan tersebut diberikan berkat inovasi yang dilaksanakan dan terus disempurnakan dalam melaksanakan JKN selama 3 tahun terakhir.

Penghargaan itu mencakup aspek kepesertaan, iuran, sistem informasi, hingga mekanisme mengefektifkan pembayaran kepada fasilitas kesehatan.

Tag : bpjs kesehatan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top