Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AAJI: Tidak Ada "Zombie" yang Mendaftar Asuransi Lagi

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia meyakini ke depan tidak ada lagi orang meninggal yang didaftarkan di perusahaan asuransi jiwa.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 05 Oktober 2018  |  11:39 WIB
Ilustrasi: Penggunaan e-KTP menghindari kemungkinan orang yang sudah meninggal atau diistilahkan dengan
Ilustrasi: Penggunaan e-KTP menghindari kemungkinan orang yang sudah meninggal atau diistilahkan dengan "zombie" terdaftar sebagai peserta asuransi. - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia meyakini ke depan tidak ada lagi orang meninggal yang didaftarkan di perusahaan asuransi jiwa.

Ketua Bersama AAJI Maryoso menerangkan sebelumnya kasus orang meninggal yang didaftarkan asuransi kerap terjadi.

Menurutnya, dengan adanya perjanjian kerja sama antara AAJI dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri RI) kasus tersebut akan berkurang.

Sebelumnya, AAJI dan Ditjen Dukcapil Kemendagri  menyepakati kerja sama pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan, dan KTP elektronik.

Dengan kerjasama ini, pelaku usaha asuransi dan AAJI dapat memverifikasi data nasabah asuransi dan identitas calon agen pemasaran perusahaan berlisensi. Big data yang dimiliki dukcapil akan memudahkan mobilitas pemantauan data secara cepat oleh perusahaan asuransi.

“Dengan kerja sama ini kita bisa meminimalkan risiko, meningkatkan profit, dan yang jelas tidak ada zombie yang mendaftar lagi,” kata Maryoso di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah menerangkan saat ini terdapat 1.127 lembaga yang menggunakan data kependudukan Dukcapil. Dia meyakini angka ini akan terus bertambah mengingat pentingnya single indentity.

Zudan menambahkan kerja sama ini  mempermudah nasabah dalam hal pengumpulan berkas untuk mendaftar asuransi, karena hanya cukup menggunakan NIK e-ktp.

Bagi pihak asuransi, semua data yang dibutuhkan sudah muncul hanya dengan memasukan NIK e-KTP, termasuk status nasabah masih hidup atau sudah meninggal.

“Saya berharap dengan ini risk bisa ditekan seminimal mungkin. tidak ada lagi orang yang sudah mati diminta asuransi,” imbuhnya.

Meski proses pendaftaran asuransi semakin mudah, Zudan meminta perusahaan asuransi hanya melayani nasabah yang mendaftar menggunakan e-KTP.

Alasannya, data kependudukan Dukcapil hanya mencakup warga yang telah memiliki e-KTP.

Bagi Dukcapil kerjasama ini akan memudahkan pemerintah dalam mendata pertumbuhan penetrasi keuangan di industri keuangan nonbank.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jiwa meninggal e-ktp
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top