Menteri Rini Tawarkan Proyek BUMN US$42 Miliar di Pertemuan IMF-World Bank

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno mengajak para investor untuk mengenal lebih dekat peluang investasi di 80 proyek infrastruktur yang melibatkan perseroan pelat merah.
M. Nurhadi Pratomo | 09 Oktober 2018 09:45 WIB
INDONESIA INVESTMENT FORUM 2018: Menteri BUMN Rini Soemarno memaparkan materi saat pembukaan Indonesia Investment Forum 2018 di Nusa Dua Bali, Selasa (9/10). Acara tersebut mendiskusikan paradigma baru dalam pembiayaan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RPJM 2015-2019 sebesar 5%-7%. (JIBI/Bisnis - Abdullah Azzam)

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali — Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno mengajak para investor untuk mengenal lebih dekat peluang investasi di 80 proyek infrastruktur yang melibatkan perseroan pelat merah.

“Ada hampir 80 proyek dengan total nilai US$42 Miliar,” ujarnya dalam Indonesia Investment Forum 2018, di Hotel Conrad, Tanjung Benoa, Selasa (9/10/2018).

Dia menjelaskan bahwa diperlukan skema pembiayaan yang tepat untuk mencapai tujuan pembangunan infrastuktur. Apalagi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki kapasitas terbatas untuk mengambil utang selama masa ekspansi.

Pihaknya menyebut pendanaan melalui penerbitan instrumen surat utang, sindikasi perbankan, dan penawaran umum perdana saham tetap menjadi andalan ke depannya. Akan tetapi, diperlukan skema lain yang lebih inovatif baik instrumen yang bersifat utang maupun ekuitas.

Adapun, Rini mengatakan terdapat empat fokus area pengembangan proyek infrastruktur yang bakal dilakukan pemerintah. Pertama, sektor listrik untuk mencapai rasio elektrifikasi mencapai 99,9% pada akhir 2019 serta mendorong porsi energi terbarukan.

Kedua, konektivitas jalan untuk memperpanjang jalan tol mencapai 1.794 kilometer pada 2019. Ketiga, konektivitas laut untuk meningkatkan kapasitas kargo 34,8 juta teus pada akhir 2019. Terakhir, konektivitas bandara untuk mencapai target 235 juta penumpang pada akhir 2019.

Tag : proyek bumn, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top