Membangun Ekosistem Ekonomi Digital

Kementerian BUMN menunjukkan pesatnya perkembangan ekonomi digital Indonesia kepada dunia melalui sajian multimedia di Paviliun Indonesia selama Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group (WBG), di Nusa Dua, Bali.
MediaDigital | 10 Oktober 2018 07:00 WIB

Kementerian BUMN menunjukkan pesatnya perkembangan ekonomi digital Indonesia kepada dunia melalui sajian multimedia di Paviliun Indonesia selama Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group (WBG), di Nusa Dua, Bali. Pertumbuhan ekonomi digital dan seluruh data pencapaian perekonomian Indonesia serta proyek strategis nasional ditampilkan secara digital dan atraktif melalui layar LED.

Pesatnya pertumbuhan itu dapat dilihat salah satunya dari penetrasi jaringan internet yang tumbuh sekitar 150% dalam 5 tahun. Begitupun dengan meningkatnya pasar e-commerce dari US$6 miliar pada 2016 menjadi hingga US$10 miliar pada 2017.

Tak hanya memamerkan data dan angka, Kementerian BUMN juga memperlihatkan langsung pertumbuhan sektor ekonomi digital pada negara-negara peserta IMF-WB melalui Himbara dengan menyediakan kartu debit virtual account kepada delegasi-delegasi Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018. Pada ajang ini Himbara mengeluarkan kartu debit virtual account berlogo Gerbang Pembayaran Nasional.

Himbara mencatat jumlah uang elektronik yang beredar dari empat bank pelat merah tersebut mencapai 103,7 juta kartu pada Juni 2018, naik 92% dari periode yang sama pada tahun lalu.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan Himbara telah mengantisipasi perkembangan ekonomi digital. Semua perbankan pelat merah telah mengarah ke ekonomi digital secara bersama-sama sehingga project cost menjadi lebih murah.

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi digital,” ujarnya.

Dia mengatakan salah satu yang akan ditekankan adalah transaksi end to end. Apabila skema tersebut berjalan, dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian Indonesia.

Salah satu anggota Himbara yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah menyiapkan 760 kartu debit virtual account yang dapat menampung dana bagi para delegasi. Kartu virtual account ini dapat digesek mesin EDC BNI yang tersebar hingga 7.432 unit di seluruh Bali, termasuk di lokasi utama pertemuan.

“Virtual account BNI sudah teruji dalam event kelas dunia seperti Asian Games 2018 lalu. Kini, produk yang sama kami berikan bagi para delegasi IMF - WBG 2018,” ujar Direktur Konsumer Banking BNI, Tambok P. Setyawati.

Kepala Divisi Voyage To Indonesia, Unit Khusus AM IMF-WBG 2018, Bank Indonesia, Iss Savitri Hafidz, sebelumnya mengungkapkan bahwa perkembangan digital telah memberikan begitu banyak perubahan tidak hanya di Indonesia melainkan juga secara internasional. #IndonesiaPavillionAM2018Bali #BUMNdukungAM2018Bali

Tag : bni, bank bni
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top