Ini Faktor Yang Perlu Diperhatikan BPD Sebelum IPO

Untuk menjadi bank pembangunan daerah (BPD) yang go public, maka ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.
Novita Sari Simamora | 26 Oktober 2018 23:44 WIB
Karyawan berjalan melintasi layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Untuk menjadi bank pembangunan daerah (BPD) yang go public, maka ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.

Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengatakan, supaya go public mulus, maka manajemen perusahaan harus mampu menyakinkan pemegangkan untuk melewati dua faktor yakni faktor eksternal dan faktor internal. Bila ditelisik dari sisi internal, konsekuensi yang harus dipahami oleh pemegang saham adalah dilusi kepemilikan.

"Konsekuensi IPO adalah berbagi kepemilikan sehingga ada dilusi pemegang saham lama. Selain itu, setiap kebijakan harus memperhatikan kepentingan publik atau diketahui publik dan menjaga hubungan dengan investor," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (26/10/2018).

Ada beberapa faktor internal yang perlu diperhatikan yakni:
1. Persertujuan shareholder
2. Size penawaran
3. Rencana penggunaan dana
4. Dilusi kepemilikan

Dari sisi faktor eksternal, maka calon emiten juga harus diperhatikan waktu yang tepat untuk go public. Feb menuturkan, bila hendak melantai di pasar modal Indonesia, maka calon emiten harus memperhatikan kondisi pasar global dan domestik.

Faktor eksternal lain yang perlu diperhatikan adalah memantau penawaran sejenis di pasar (competin offering). Dia mengungkapkan, Bahana Sekuritas memiliki pengalaman membawa masuk Bank Jatim (BJTM) dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Baret dan Banten (BJBR).

Tag : ipo, bpd
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top