Hingga September 2018, UUS BTN Cetak Laba Rp344,13 Miliar

Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp344,13 miliar per kuartal III/2018 atau naik 9,68% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp313,77 miliar.
Ipak Ayu H Nurcaya | 27 Oktober 2018 06:13 WIB
Suarana di konter syariah Bank BTN. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp344,13 miliar per kuartal III/2018 atau naik 9,68% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp313,77 miliar.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan dengan kinerja yang masih positif, aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTN juga meningkat 17,57% menjadi Rp24,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp21,08 triliun.

Menurutnya, UUS yang berdiri sejak 14 Februari 2004 berhasil memberikan kontribusi yang positif bagi perseroan.

"UUS BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp20,84 triliun atau naik 25,99% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp16,54 triliun," sebut Maryono melalui siaran pers, Jumat (26/10/2018).

Di  sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), UUS BTN sudah mengumpulkan Rp19,54 triliun per kuartal III/2018 atau tumbuh 12,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp17,39 triliun.

Secara keseluruhan, bank dengan kode saham BBTN ini berhasil membukukan laba sebesar Rp2,2 triliun per kuartal III/2018 atau naik 11,51% secara tahunan. Pertumbuhan disokong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 15,29% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp7,54 triliun.

“Saya yakin kinerja akan terjaga dan laba tahun ini bisa melampaui 2017,” lanjutnya.

Maryono menerangkan tren positif pendapatan perseroan juga diikuti oleh fungsi intermediasi. Pada kuartal III/2018, BTN menyalurkan pendanaan sebesar Rp220,07 triliun atau naik 19,28% yoy.

BTN mencatat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit. Selanjutnya, bank milik negara ini akan berupaya mengoptimalkan sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung bisnis BTN. Pendanaan untuk sektor itu tumbuh 21,81% yoy menjadi Rp126,61 triliun.

KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35% dari total KPR perseroan melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi.

Sementara itu, di sektor kredit konstruksi perumahan, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,41% yoy atau sebesar Rp28,45 triliun.

Adapun total DPK BTN pada kuartal III/2018 sebesar Rp195 triliun atau tumbuh 16,06%. Kendati kenaikannya di atas industri yang tumbuh 6,66%, pertumbuhan penghimpunan dana masih di bawah kenaikan penyaluran pendanaan.

Dengan demikian rasio simpanan terhadap pinjaman atau Loan-to-Deposit Ratio (LDR) BTN pun masih merangkak naik. Per kuartal III/2018, LDR BTN berada pada posisi sekitar 112%, lebih tinggi dari periode yang sama 2017, yaitu 109,8%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn, perbankan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top