Bank Mandiri (BMRI) Klaim Miliki Dana Besar untuk Akuisisi Jasa Keuangan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyatakan masih memiliki ekses ekuitas cukup besar yang dapat memfasilitasi kebutuhan ekspansi anorganik pada tahun ini. Perseoran menyatakan tengah membidik calon anak usaha yang bergerak di jasa keuangan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Januari 2019  |  19:49 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Klaim Miliki Dana Besar untuk Akuisisi Jasa Keuangan
Aktivitas layanan perbankan di Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan masih memiliki ekses ekuitas cukup besar yang dapat memfasilitasi kebutuhan ekspansi non-organik pada tahun ini. BMRI menyatakan tengah membidik calon anak usaha yang bergerak di jasa keuangan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodo mengatakan bahwa perseroan belum memiliki target spesifik mengenai target akuisisi. Namun dia menegaskan, Bank Mandiri selalu memantau potensi di pasar, baik untuk lembaga jasa keuangan bank, maupun non-bank seperti multifinance.

“Tetapi belum ada yang bisa kami announce, kami berusaha mencari perusahaan di jasa keuangan yang memiliki complementary bisnis, artinya bisnisnya tidak sama dengan Bank Mandiri, jadi melengkapi bisnis yang sudah ada di Bank Mandiri saat ini,” tuturnya di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Tiko, sapaan akrabnya, juga mengatakan belum mengalokasikan secara spesifik berapa dana yang disiapkan untuk aksi akuisisi. Namun, dia menegaskan, dari rasio permodalan saat ini perseroan memiliki ekses permodalan yang mencukupi untuk memfasilitasi akuisisi.

“Memang permodalan kami lebih dari kebutuhan kami dalam segmen menengah, tapi tujuannya [akisisi] belum ada yang spesifik,” katanya.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan menambahkan capital adequacy ratio (CAR) perseroan saat ini mencapai kisaran 21,6%. Rasio tersebut masih dapat diturunkan ke level 16%, sehingga masih ada ekses kapital sebesar Rp30 triliun—Rp35 triliun.

“Jadi sangat bisa capital itu digunakan untuk yang lain-lain, untuk menambah engine perusahaan. Kalau kami tidak ada inovasi yang baru, artinya kami menggunakan engine yang ada. Kalau rencana yang tadi itu engine tambahan buat kami masuk ke pasar,” jelasnya.

Panji menambahkan, dari sisi likuiditas, perseroan juga berencana menggalang dana cukup besar pada tahun ini. Dana tersebut disebutkan dapat sekitar Rp40 triliun, dengan rincian US$0,1 miliar—US$2 miliar dalam denominasi dolar, dan Rp10 triliun dalam rupiah.

“Likuiditasnya bisa dari mana-mana, penerbitan umum berkelanjutan, obligasi, MTN [medium term notes], NCD [negotiatible certifcate of deposit], repo [repurchase agreement], itu bisa segala macam insturmen bisa kami gunakan.”

Namun demikian, dia mengatakan bahwa penggalangan dana wholesale Rp40 triliun pada 2019 tersebut dikhususkan untuk meminimalisasi risiko likuiditas. “Itu sih lebih ke untuk jaga-jaga, kami punya liquidity contingency plan, seumpamanya tadi kan mau meredam tidak mau rebutan di deposito, kami bisa masuk di non-konvensional funding tadi.”

Tiko menambahkan, di sisi lain perseroan juga mulai mengembangkan rencana kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial melalui PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), anak usaha Bank Mandiri yang bergerak di bisnis modal ventura.

Dia mengatakan bahwa nilai invetasi MCI saat ini sudah mencapai sekitar Rp100 miliar. Berbagai perusahaan tekfin seperti Investree hingga Amartha menjadi perusahaan yang telah mendapatkan penyertaan modal dari MCI.

“Cukup banyaki dan beragam jenis fintech yang kami kembangkan tapi kita ingin lebih banyak integrasi kolaborasi antara bisnis perbankan dengan fintech, supaya kami bisa menemukan kolaborasi yang selama ini belum tersebut sentuh oleh Bank Mandiri,” jelasnya.

Dia mencotohkan kolaborasi perseroan dengan Amartha yang bergerak di pembiayaan ultra mikro. Segmen tersebut tidak masuk ke dalam bisnis Bank Mandiri, sehingga perseroan menjadikan tekfin tersebut sebagai kendaraan bisnis untuk mencapai pasar tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, bank mandiri, bank mandiri, kinerja emiten, kinerja emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top