BI Terapkan Active Monetary Operation

Bank Indonesia akan menerapkan Active Monetary Operation atau  kontraksi ekspansi likuiditas secara aktif,  yaitu Operasi Pasar Terbuka (OPT) Kontraksi reguler yang disertai dengan OPT Ekspansi regular.
Hadijah Alaydrus | 23 Januari 2019 19:59 WIB
Kantor Bank Indonesia di Jakarta - Reuters/Iqro Rinaldi
Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia akan menerapkan Active Monetary Operation atau  kontraksi ekspansi likuiditas secara aktif,  yaitu Operasi Pasar Terbuka (OPT) Kontraksi reguler yang disertai dengan OPT Ekspansi regular.
Kepala Departmen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan untuk OPT ekspansi reguler,  bank sentral akan mengaktivasi  instrumen Term Repo Regular untuk bank konvensional dan syariah.
Adapun, skema lelang dilakukan secara reguler. Frekuensi lelang Term Repo reguler maksimal seminggu 3 kali untuk semua tenor Term Repo (1 mg, 2 mg dan 1 bulan.  
Namun, Nanang mengungkapkan lelang Term Repo Reguler akan diaktivasi setiap Selasa dan Kamis untuk tahap awal. Jadwal lelang dapat dilihat di website BI.
Di luar hari Selasa dan Kamis, Bank Indonesia tetap akan membuka lelang Term Repo Non-reguler bila memenuhi kondisi tertentu yang ditetapkan  BI.
"Tujuan mengaktivasi Term Repo Reguler  untuk memberikan kepastian bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas jangka pendek," kata Nanang.  
Dia menambahkan lelang Term Repo Reguler juga akan memberikan kepastian bagi bank untuk dapat merepokan SSB ke BI dalam rangka mengoptimalkan relaksasi PLM.
Sejak Agustus 2018, OPT ekspansi reguler telah dilakukan melalui penyelenggaraan lelang Forex Swap sebanyak tiga kali seminggu, yaitu hari Selasa, Rabu, dan Kamis yang ditujukan untuk memberikan kepastian bagi pengelolaan likuiditas perbankan terutama bagi bank yang memiliki ekspor valas.
Tag : bank indonesia
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top