Februari, Penyaluran Kredit Maybank Indonesia Naik 26 Persen

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp134 triliun per Februari 2019 atau naik 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  15:43 WIB
Februari, Penyaluran Kredit Maybank Indonesia Naik 26 Persen
Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria (tengah) berbincang dengan Chief Economist of Maybank Group Suhaimi Ilias (dari kiri), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, Executive Director of the Nielsen Indonesia Yongky Susilo dan mantan Vice Minister of Finance for International Affair of Japan Eisuke Sakakibara di sela-sela acara Maybank Macro Economic Outlook 2019 di Jakarta, Senin (11/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp134 triliun per Februari 2019 atau naik 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, penyaluran kredit pada Januari  sebesar Rp115,8 triliun atau naik 8,1% dari periode yang sama tahun lalu Rp107,1 triliun. Secara bulanan, pencapaian tersebut turun 13,1% dari Desember 2018 yang tercatat Rp133,3 triliun.

Direktur Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Thilagavathy Nadason mengatakan bahwa penurunan secara periode bulanan pada akhir tahun ke awal tahun merupakan hal yang wajar dan dialami semua perbankan pada umumnya. Hal ini juga dipengaruhi musim pelaporan pada periode tutup buku.

"Namun, per Februari sudah naik menjadi Rp134 triliun. Lalu Maret nanti tentu akan kembali naik dan selanjutnya sudah dalam kondisi normal," katanya usai Maybank Economic Outlook 2019, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, jika merujuk pada laporan keuangan perseroan tahun lalu, artinya secara tahunan penyaluran kredit tersebut mengalami peningkatan sebesar 26% dari Rp106,3 triliun pada Februari 2018.

Adapun, dari perolehan dana pihak ketiga atau DPK periode bulanan Januari, juga tercatat turun 10,8% menjadi Rp94,9 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp106,5 triliun.

Thila menyebut, DPK yang dinilai semakin mahal akibat tren kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun lalu membuat perseroan harus menempuh jalur diversifikasi sebagai upaya pencarian sumber dana yang lain. Pasalnya tahun ini perseroan mengincar pertumbuhan kredit sekitar 10%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maybank, Maybank Indonesia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top