Laba Asuransi Tugu Kresna Pratama Melonjak Ditopang Hasil Underwriting

Bisnis.com, JAKARTA – Laba bersih perusahaan asuransi kerugian PT Asurasi Tugu Kresna Pratama melonjak hingga 45,79% pada 2018, ditopang oleh kinerja underwriting yang cemerlang, kendati hasil investasi tergerus tipis.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 25 April 2019  |  15:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Laba bersih perusahaan asuransi kerugian PT Asurasi Tugu Kresna Pratama melonjak hingga 45,79% pada 2018, ditopang oleh kinerja underwriting yang cemerlang, kendati hasil investasi tergerus tipis.

Laporan keuangan (audited) yang dipublikasikan pada Kamis (25/4/2019) menunjukkan, anak usaha Dana Pensiun PT PLN (persero) ini mencetak laba bersih senilai Rp13,78 miliar pada 2018. Perolehan tersebut naik sebesar 45,79% (year on year/yoy) dari realisasi perolehan laba bersih pada 2017 sebesar Rp9,45 miliar.

Adapun, perolehan laba komprehensif (audited) senilai Rp14,21 miliar pada 2018. Perolehan tersebut bertumbuh sebesar 12,88% (year on year/yoy) dari realisasi laba komprehensif pada 2017 sebesar Rp12,59 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pada 2018 perseroan membukukan hasil underwriting sebesar Rp50,87 miliar, bertumbuh sebesar 21,80% (yoy) dibandingkan dengan Rp41,76 miliar pada 2017.

Jumlah pendapatan underwriting tercatat naik sebesar 31,48% (yoy) dari Rp57,62 miliar pada 2017 menjadi Rp75,76 miliar pada 2018. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan premi bruto sebesar 47,28% (yoy) menjadi Rp275,54 miliar pada 2018, dari Rp187,08 miliar pada 2017.

Sementara itu, jumlah klaim bruto merosot 42,37% (yoy) dari Rp93,90 miliar menjadi Rp54,11 miliar pada 2018. Klaim reasuransi juga merosot 47,75% (yoy) dari Rp79,79 miliar pada 2017 menjadi Rp41,68 miliar. Secara keseluruhan, jumlah beban underwriting bertumbuh 56,99% (yoy) dari Rp15,85 miliar menjadi Rp24,89 miliar pada 2018.

Kinerja hasil underwriting yang positif mampu menopang bottom line perseroan, meskipun hasil investasi menyusut dari Rp5,01 miliar pada 2017 menjadi Rp4,42 miliar pada 2018.

Instrumen investasi perseroan pada 2018 tidak banyak berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni pada instrumen deposito berjangka, saham, surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI, reksadana, dan penyertaan langsung.

Total investasi perseroan pada 2018 mencapai Rp91,96 miliar, bertambah 12,32% dari Rp81,87 miliar pada 2017. Secara keseluruhan, jumlah aset perseroan ikut terkerek sebesar 29,62% dari Rp803,47 miliar pada 2017 menjadi Rp1,04 triliun pada 2018.

Dana Pensiun PLN memegang sebanyak 70,4% saham Asuransi Tugu Kresna Pratama. Sementara itu, sebanyak 25,7% saham perseroan dimiliki oleh Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN dan sebanyak 3,9% dimiliki oleh PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi umum

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top