Proyek Pembangkit Listrik PLN Diserbu Kredit Bank

PT PLN (Persero) merupakan salah satu BUMN yang dipercaya untuk mendapatkan kredit perbankan dalam jumlah besar guna mendanai proyek-proyek kelistrikan berskala besar dan jangka panjang.
Farodilah Muqoddam | 25 April 2019 11:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) merupakan salah satu BUMN yang dipercaya untuk mendapatkan kredit perbankan dalam jumlah besar guna mendanai proyek-proyek kelistrikan berskala besar dan jangka panjang.

PLN baru saja mendapatkan sindikasi kredit senilai total Rp16,75 triliun bertenor 10 tahun yang diberikan oleh perbankan nasional. Perinciannya, sebanyak Rp13,25 triliun menggunakan skema kredit konvensional, sedangkan Rp3,5 triliun lainnya menggunakan skema pembiayaan syariah dengan akad musyarakah oleh bank syariah.

Pembiayaan sindikasi tersebut dilakukan oleh tujuh lembaga keuangan yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BCA, Bank CIMB Niaga, SMI, Bank BNI Syariah, dan Bank BCA Syariah. Acara penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilakukan di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan (23/4/2019).

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menjelaskan, dana dari sindikasi perbankan ini digunakan PLN untuk modal membangun gardu induk dan transmisi dalam rangka mendukung program 35.000 MW.

“Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio rupiah pada pinjaman PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur kelistrikan tanah air,” katanya.

Sebelumnya, pada November 2018, PLN dipercaya untuk mendapatkan pinjaman sindikasi senilai total Rp4,5 triliun dari 4 bank nasional yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang juga bertindak selaku agen sindikasi, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan gardu induk dan transmisi bagian program 35.000 MW di Jawa Bagian Tengah, yang mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV di daerah Jawa Tengah sampai Jawa Barat, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kedung Badak-Bogor Baru, Jawa Barat.

Pada Oktober 2018, BUMN di bidang ketenagalistrikan itu juga berhasil mendapatkan komitmen pendanaan sindikasi senilai US$1,62 miliar dari 20 bank internasional.

PLN membutuhkan dukungan pembiayaan untuk merealisasikan proyek-proyek yang telah disusun dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik 10 (sepuluh) tahun ke depan, PLN telah merencanakan pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik.

Beberapa di antaranya yakni total pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, total jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, total gardu induk sebesar 124.341 MVA, total jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan total gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.

Selain itu PLN juga terus mendorong pengembangan energi terbarukan dengan target penambahan pembangkit energi terbarukan sebesar 16.714 MW untuk mencapai target bauran EBT minimum 23% pada tahun 2025. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi yang ramah lingkungan yaitu penerapan teknologi PLTU Clean Coal Technology (CCT).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, kredit sindikasi

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup