Danamas Kejar Pertumbuhan Pendapatan Operasional 3 Kali Lipat

Pada akhir bulan lalu, Danamas membukukan pendapatan operasional senilai Rp5,68 miliar atau sekitar 77,17 persen dibandingkan realisasi pendapatan operasional perseroan sepanjang 2018. Pada periode yang sama, pendapatan lainnya tercatat senilai Rp15,49 triliun.
Danamas Kejar Pertumbuhan Pendapatan Operasional 3 Kali Lipat
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  21:49 WIB
Danamas Kejar Pertumbuhan Pendapatan Operasional 3 Kali Lipat
Presiden Direktur Danamas Dani Liharja memberikan penjelasan pada talkshow dengan tema Fintech Untuk Pengembangan Bisnis UMKM, di Jakarta, Jumat (15/9). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pasar Dana Pinjaman, perusahaan financial technology atau fintech lending dengan brand Danamas, mematok peningkatan pendapatan operasional hingga tiga kali lipat pada tahun ini guna menjaga pertumbuhan laba.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterima Bisnis, perusahaan yang 66 persen sahamnya dimiliki oleh Sinar Mas Financial Services ini per April 2019 membukukan laba senilai Rp13,81 miliar. Realisasi itu telah melampaui perolehan laba perseroan tahun lalu yang tercatat senilai Rp13,35 triliun pada akhir 2018.

Bila dirincikan, pada akhir bulan lalu, Danamas membukukan pendapatan operasional senilai Rp5,68 miliar atau sekitar 77,17 persen dibandingkan realisasi pendapatan operasional perseroan sepanjang 2018. Pada periode yang sama, pendapatan lainnya tercatat senilai Rp15,49 triliun.

Sementara itu, beban operasional dan beban lainnya masing-masing tercatat senilai Rp6,86 miliar dan Rp503 juta.

Direktur Utama PT Pasar Dana Pinjaman Dani Lihardja mengakui sejauh ini pendapatan Danamas masih terutama bersumber dari pendapatan lainnya. Pendapatan itu, jelas dia, bersumber dari pengelolaan aset investasi Danamas.

Berdasarkan laporan keuangan itu, Danamas memang per April 2019 tercatat memiliki aset senilai Rp736,85 miliar. Kendati begitu, Dani mengatakan pihaknya bakal memacu pendapatan operasional pada tahun ini.

“Kami masih dapat pendapatan lainnya karena modal kita besar. Semoga tahun ini [pendapatan operasional] bisa tumbuh 3 kali tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/5/2019).

Dani menjelaskan hingga akhir April 2019, Danamas tercatat telah merealisasikan pembiayaan senilai Rp1,7 triliun. Realisasi itu terus meningkat sebab pada hari ini, nilainya telah mencapai angka Rp1,8 triliun.

Secara keseluruhan, dia mengatakan kinierja Danamas masih sesuai target yang ditetapkan pihaknya pada tahun ini.

“Masih sesuai target ya. Cuman pembukaan cabang thn ini agak mundur 1 bulan,” kata Dani.

Sebelumnya, Dani mengatakan Danamas mulai menyalurkan pembiayaan melalui produk anyar, invoice financing, guna mendorong realisasi pendanaan sepanjang 2019. Itu menjadi salah satu dari sejumlah strategi untuk meningkatkan penetrasi pembiayaan.

Dengan begitu, Danamas telah memiliki dua produk pembiayaan. Selain invoice financing, Danamas sebelumnya telah memiliki produk direct cashyang disalurkan kepada ekosistem usaha, yakni pedagang pulsa dan pelanggan Traveloka.

Adapun, Danamas menargetkan akumulasi penyaluran pembiayaan sejak beroperasi pada 2017 hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp2,3 triliun. Target tersebut didukung dengan nasabah potensial atau memiliki calon borrower yang jumlahnya mencapai 120.000 dan Traveloka Pay 18 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance, fintech

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top