Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut BTN Jual Sebagian Saham Miliknya

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Maryono, mengurangi kepemilikan saham di perusahaan. Transaksi itu terjadi sebelum Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan pembagian dividen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  08:56 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono usai RUPST di Jakarta, Jumat (17/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono usai RUPST di Jakarta, Jumat (17/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Maryono, mengurangi kepemilikan saham di perusahaan. Transaksi itu terjadi sebelum Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan pembagian dividen.

Dalam keterbukaan informasi Jumat (24/5/2019), Direktur Utama BBTN Maryono menyebutkan, pada 16 Mei 2019 dirinya menjual 141.500 lembar saham perusahaan. Harga per lembar ialah Rp2.290, sehingga total transaksi mencapai Rp324,03 juta.

“Pembelian saham membuat kepemilikan Maryono menurun menjadi 286.500 lembar saham atau 0,0027054% dari sebelumnya 428.000 lembar saham atau 0,0040415%. Status kepemilikan saham ialah langsung,” paparnya.

Sebelumnya, pada 14 Mei 2019 Maryono membeli 26.400 lembar saham perusahaan. Harga per lembar ialah Rp2.280, sehingga total transaksi mencapai Rp60,19 juta.

Maryono mentraksasikan sahamnya di BBTN sebelum perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham pada Jumat (17/5/2019). Dalam RUPS itu, forum memutuskan adanya pembagian dividen dari tahun buku 2018.

BBTN akan membagikan dividen senilai Rp561 miliar, atau 20% dari total laba bersih pada 2018 yang mencapai Rp2,8 triliun. Dividen tersebut setara dengan Rp53,29 per saham.

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/5/2019), saham BBTN ditutup menguat 0,42% atau 10 poin menjadi Rp2.380. Harga terkoreksi 6,30% sepanjang 2019. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp25,20 triliun, dengan Price to Earning Ratio (PER) 8,72 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top