OJK: Tak Perlu Didorong, Bank Akan Konsolidasi Alamiah

Konsolidasi dan merger perbankan dinilai akan terus terjadi secara alamiah tanpa perlu harus didorong-dorong oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  20:16 WIB
OJK: Tak Perlu Didorong, Bank Akan Konsolidasi Alamiah
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Konsolidasi dan merger perbankan dinilai akan terus terjadi secara alamiah tanpa perlu harus didorong-dorong oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, di era yang kian kompetitif saat ini, bank dituntut semakin inovatif dan terus menerapkan teknologi agar mampu bersaing.

Pasalnya bank tidak lagi hanya bersaing dengan bank konvensional, melainkan juga berlomba dengan perusahaan finansial berbasis teknologi dalam memberikan kredit maupun menghimpun dana masyarakat.

"[Konsolidasi] itu tidak usah didorong-dorong, sudah berjalan sendiri. Tentunya semua bank kita dorong untuk bisa lebih besar, lebih kompetitif, dan skala ekonominya lebih besar dengan menggunakan teknologi, karena kalau tidak menggunakan teknologi tidak bisa berkompetisi," katanya di sela-sela acara open house Lebaran yang digelar di rumah dinasnya, di Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).

Dia mengatakan saat ini nasabah semakin menuntut kemudahan, kepraktisan, dan kenyamanan dalam melakukan transaksi keuangan. Bahkan pengajuan pinjaman dapat dilakukan secara mudah dengan bermodalkan gadget dan paket internet.

"Sekarang nasabah tidak perlu datang ke bank, tetapi menggunakan gadget untuk bertransaksi, bahkan mencari kredit sekarang itu pakai internet sudah bisa. Bagaimana bank kalau harus memaksa orang datang ke bank untuk memberikan kredit, terutama untuk kredit ritel atau konsumsi?"

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI), per Maret 2019 jumlah bank umum yang beroperasi di Indonesia mencapai 114 bank, menyusut dari periode Maret 2018 yang berjumlah 115 bank.

Hal ini sejalan dengan tuntasnya merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) menjadi PT Bank BTPN Tbk.

Jumlah itu akan terus menurun karena adanya merger PT Bank Danamon Indonesia Tbk. dengan PT Bank Parahyangan Nusantara Tbk. yang telah tuntas pada Mei 2019. Selain itu ada juga rencana penutupan operasional PT Bank Rabobank Indonesia International (RII) secara bertahap hingga Juni 2020.

Sementara itu jumlah kantor cabang bank umum di Tanah Air semakin menyusut dari 32.144 kantor pada Maret 2018 menjadi 31.657 kantor pada akhir Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top