OJK Cabut Izin Usaha BPR Efita Dana Sejahtera di Depok

OJK mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera akibat kelemahan pengelolaan oleh manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  17:56 WIB
OJK Cabut Izin Usaha BPR Efita Dana Sejahtera di Depok
Petugas membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas pengatur dan pengawas lembaga jasa keuangan, mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera, yang beralamat di Jalan Akses UI Nomor 25 Palsigunung, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-119/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera, terhitung sejak tanggal 3 Juli 2019.

Keputusan tersebut sesuai dengan POJK Nomor 19/POJK.03/2017 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 56/SEOJK.03/2017 masing-masing tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Dengan demikian, PT BPR Efita Dana Sejahtera sejak tanggal 8 April 2019 telah ditetapkan status BPR dalam pengawasan khusus (BDPK) karena rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) yang kurang dari 0%.

“Penetapan status BDPK tersebut disebabkan kelemahan pengelolaan oleh manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Rabu (3/7/2019).

Status tersebut ditetapkan dengan tujuan agar pengurus/ pemegang saham melakukan upaya penyehatan.

Sayangnya, sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh pengurus/ pemegang saham untuk keluar dari status BDPK dan BPR dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 8% tidak terealisasi.

“Mempertimbangkan kondisi keuangan BPR yang semakin memburuk dan pernyataan ketidaksediaan dari pemegang saham dalam menyehatkan BPR tersebut serta menunjuk pasal 38 POJK di atas, maka OJK mencabut izin usaha BPR tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).”

Dengan pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

“OJK mengimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpr

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top