Tren Kredit Investasi Luar Jawa Menguat

Kredit investasi di luar Pulau Jawa menunjukan tren penguatan. Kendati demikian, secara komposisi pulau Jawa masih mendominasi penyerapan jenis kredit dengan tenor jangka panjang tersebut.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  18:32 WIB
Tren Kredit Investasi Luar Jawa Menguat
Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kredit investasi di luar Pulau Jawa menunjukan tren penguatan. Kendati demikian, secara komposisi pulau Jawa masih mendominasi penyerapan jenis kredit dengan tenor jangka panjang tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kredit investasi di luar wilayah Jawa tumbuh 11,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2019 atau menjadi Rp300,73 triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian bulan yang sama tahun lalu, 0,9 persen yoy menjadi Rp268,8 triliun.

Kalimantan Tengah dan sejumlah provinsi di wilayah timur Indonesia mencatat pertumbuhan kredit investasi lebih dari 20 persen secara tahunan. Di bagian barat, tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu membukukan kenaikan kredit investasi sebanyak dua digit.

Pada saat yang sama kredit investasi (KI) di Pulau Jawa juga menguat. Per Mei 2019 KI tumbuh 16,8 persen yoy menjadi Rp1.105,3 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 9,4 persen yoy.

Kontribusi Jawa terhadap total portofolio kredit investasi perbankan pun terus menguat sejak tiga tahun terakhir. Secara berurutan sejak Mei 2017, Mei 2018, dan Mei 2019, Jawa menyumbang 76,5 persen, 77,9 persen, dan 78,6 persen.

Adapun per Mei 2019 kredit perbankan tumbuh 11,1 persen yoy. Kredit investasi secara nasional memang tengah mencapai level tertingginya dalam tiga tahun terakhir. Jenis kredit ini pun menjadi penopang pertumbuhan di saat, kredit modal kerja dan konsumsi mengalami perlambatan.

Per Mei 2019 kredit investasi naik 15,7 persen yoy, atau jauh lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2018, 7,4 persen yoy. Sektor perdagangan, hotel, dan restauran (PHR) serta listrik, gas, dan air bersih (LGA) mejadi akselarator pertumbuhan.

Mengutip laporan Bank Indonesia, KI yang menyasar sektor PHR naik 8,8 persen yoy per Mei 2019. Hal ini utamanya didorong oleh investasi pada subsektor hotel berbintang di wilayah Bali dan DKI Jakarta.

Sementara itu akselerasi pertumbuhan pada sektor LGA disokong oleh subsektor ketenagalistrikan di wilayah Jawa Barat. Kredit investasi LGA tumbuh 36,8 persen yoy per Mei 2019 menjadi Rp165,4 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, kredit investasi

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top