Dapat Duit dari Mantan Bos Tencent, Fintech Singapura Ini Ekspansi ke Indonesia

Pendiri dan CEO dari Koku, Calvin Goh, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) di Indonesia untuk mengembangkan solusi teknologi valuta asing (valas).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  23:56 WIB
Dapat Duit dari Mantan Bos Tencent, Fintech Singapura Ini Ekspansi ke Indonesia
Pendiri dan CEO KOKU, Calvin Goh - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial berbasis di Singapura, Koku, mengumumkan rencana ekspansinya ke Indonesia setelah meraih dari pendanaan pra-Seri A sebesar US$2 juta pada awal 2019.

Adapun, pendanaan tersebut dipimpin oleh Decent Capital, firma investasi yang dibangun oleh Jason Zeng yang notabene adalah salah satu pendiri perusahaan raksasa China, Tencent Holdings.

Pendiri dan CEO dari Koku, Calvin Goh, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) di Indonesia untuk mengembangkan solusi teknologi valuta asing (valas).

“Koku melihat Indonesia sebagai pasar menjanjikan yang sedang berkembang dengan populasi migran yang tinggi serta transaksi setoran dan penarikan remitansi yang meningkat,” ujar Goh dalam salah satu sesi wawancara di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, melalui penerapan teknologi, terdapat potensi yang sangat besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri remitansi sekaligus berkontribusi meningkatkan kemampuan pembayaran daring (e-payment) dan transaksi pengiriman uang di regional Asia Tenggara.

Adapun, berdasarkan data World Bank, perekonomian Indonesia dilaporkan mengalami pertumbuhan yang signifikan, di mana sebagian berasal dari kontribusi industri remitansi.

Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh dua digit sebesar 24,7 persen pada 2018 dengan transaksi yang tercatat senilai US$8,9 miliar dalam bentuk devisa yang dibawa oleh para pekerja migran pada 2017. Indonesia juga dianggap sebagai salah satu dari sepuluh penerima remitansi terbesar di Asia pada tahun 2018 berdasarkan perhitungan dari Asian Development Bank.

“Indonesia terfragmentasi secara unik. Dan bagi kami, hal ini menghadirkan peluang yang sangat baik untuk berkontribusi pada pertumbuhan kemampuan keuangan negara dan kawasan,” kata Calvin.

Menurutnya, Koku menawarkan teknologi yang tidak membuat silau pada pertumbuhan, namun memberdayakan mitra-mitranya untuk mengembangkan kekuatan mereka sendiri. Pada saat yang sama Koku juga memberikan ruang untuk berkolaborasi dan memanfaatkan kekuatan dari pelaku industri lainnya.

Sebagai bagian dari rencana strategisnya dalam melakukan ekspansi ke Indonesia, Koku akan berkolaborasi dengan mitra-mitra lokal. Para mitra tersebut termasuk para pemain industri layanan e-wallet, pinjaman mikro dan perusahaan pembayaran, serta bisnis remitansi dan penukaran uang.

Kemitraan dengan LKBB tersebut akan terpusat di sekitar integrasi teknologi Koku kepada operasional yang sudah ada untuk memastikan para mitra memiliki kemampuan untuk memasuki pasar dengan cepat dan tanpa adanya gangguan terhadap bisnis.

Selain itu, Koku akan mengeksplorasi peluang untuk bermitra dengan supermarket dan minimarket lokal, yang akan berperan sebagai titik akses kepada layanan keuangan. Kolaborasi tersebut bertujuan membantu masyarakat yang belum memiliki layanan bank untuk semakin terpapar dengan inklusi keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top