Jaga Capital Inflow, BI Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia dipandang akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR)
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  12:48 WIB
Jaga Capital Inflow, BI Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia dipandang akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana menyatakan, Bank Indonesia diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuan stagnan pada kisaran 5,75%.

"Untuk mempertahankan CAD [current account deficit] agar tidak semakin defisit sehungga bisa menjaga capital inflow ke dalam negeri, dan menjaga kestabilan rupiah," jelas Fikri kepada Bisnis.com, Rabu (21/8/2019).

Fikri menilai di tengah kondisi ketidakpastian, pilihan paling rendah risiko dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini adalah pelonggaran kebijakan makroprudensial dibandingkan dengan penurunan suku bunga acuan.

Utamanya, kata Fikri, pelonggaran kebijakan bisa melalui relaksasi Giro Wajib Minimum, Loan To Value, suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Loan to Deposit Ratio, GWM-Loan to Funding Ratio (LFR) dan penurunan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Berdasarkan hasil survei Bisnis.com, sejumlah ekonom sudah memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan 5,75%.

Bank Indonesia mencatat bahwa aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke Indonesia sampai 8 Agustus 2019 sebesar Rp179,6 triliun.

Secara lebih rinci, aliran modal asing sebesar Rp179,6 triliun itu terdiri dari Rp113,7 triliun untuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp65,9 triliun dari pasar saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suku bunga acuan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top