Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suku Bunga Acuan Turun, OJK : Pertumbuhan Kredit Bank Diproyeksi 12 persen

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut pertumbuhan kredit perbankan pada akhir tahun 2019 diperkirakan bisa mencapai 12 persen.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  15:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat menghadiri acara Capital Market Summit&Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (23/8/2019). - Bisnis/Duwi Setiya Ariyanti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat menghadiri acara Capital Market Summit&Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (23/8/2019). - Bisnis/Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut pertumbuhan kredit perbankan pada akhir tahun 2019 diperkirakan bisa mencapai 12 persen dengan sensitivitas sebesar 1 persen hingga 2 persen setelah penurunan suku bunga acuan.

Menurutnya, dengan turunnya suku bunga acuan tersebut diharapkan bunga pinjaman bisa menyesuaikan. Dengan demikian pelaku usaha bisa mendapat pendanaan dengan biaya lebih murah. Di sisi lain, perbankan bisa tetap tumbuh dengan beban bunga yang lebih rendah.

Seperti diketahui, sejak Juli Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) yakni dari 6 persen menjadi 5,5 persen.

"Akhir tahun target [pertumbuhan kredit] kita 12 persen bias 1 persen, 2 persen," ujarnya saat menghadiri acara Capital Market Summit&Expo, Jumat (23/8/2019).

Lebih lanjut, dia berujar respons penurunan suku bunga pinjaman terhadap suku bunga acuan yang baru tergolong lebih cepat. Sebagai contoh, dia menuturkan ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan pada Juli, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut melakukan penyesuaian suku bunga pinjaman.

Kendati demikian, untuk bunga deposito perlu menyesuaikan waktu jatuh tempo masing-masing instrumen. Deposito dengan masa jatuh tempo paling pendek akan mengalami penyesuaian bunga yang lebih cepat.

"Deposito yang berdurasi satu bulan kan bisa langsung disesuaikan [mengikuti suku bunga acuan yang baru]. Deposito yang tiga bulan ya nunggu jatuh tempo," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk Suku Bunga pertumbuhan kredit
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top