Pendapatan Berbasis Tarif dari BRIlink Tembus Rp430 Miliar Hingga Juli 2019

Menurut Kepala Desk Jaringan BRIlink Agus Suprapto, perseroan menyerahkan sepenuhnya lokasi agen layanan keuangan branchless banking ke pasar. Namun, dia menyebut selama ini beberapa agen BRIlink banyak melayani transaksi meski berada di dekat kantor cabang BRI.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  13:12 WIB
Pendapatan Berbasis Tarif dari BRIlink Tembus Rp430 Miliar Hingga Juli 2019
Ilustrasi - youtube

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memiliki alasan dibalik ketiadaan aturan jarak minimal antara lokasi agen layanan keuangan tanpa kantor mereka, BRIlink, dengan kantor cabang di daerah.

Menurut Kepala Desk Jaringan BRIlink Agus Suprapto, perseroan menyerahkan sepenuhnya lokasi agen layanan keuangan branchless banking ke pasar. Namun, dia menyebut selama ini beberapa agen BRIlink banyak melayani transaksi meski berada di dekat kantor cabang BRI.

“Di titik tertentu agen-agen kami di dekat bank itu tidak sepi. Karena mereka menangkap orang yang antre di kantor cabang titik tertentu,” ujar Agus di Kampus Magister Manajemen Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Hingga 25 Agustus 2019 jumlah agen BRIlink telah mencapai 374.829 orang. Emiten perbankan berkode BBRI ini menargetkan jumlah agen BRIlink mencapai 402 ribu hingga akhir tahun.

BRIlink memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan mulai dari setoran tunai, tarik tunai, transfer uang, isi ulang pulsa, dan mendaftar layanan mobile banking tanpa harus datang ke ATM atau kantor BRI terdekat. BRI memungut biaya dari tiap transaksi yang dilakukan melalui layanan Laku Pandai ini.

Rata-rata biaya yang ditarik sebesar Rp3.000 per transaksi. Dari biaya itu ada pembagian hasil untuk BRI dan agen yang melayani nasabah.

Agus menyebut, hingga Juli 2019 pendapatan atau fee based income dari layanan BRIlink telah mencapai Rp430 miliar. Perseroan menargetkan pendapatan dari BRIlink mencapai Rp650 miliar hingga akhir tahun.

“Tahun lalu itu [fee based income dari BRIlink] Rp448 miliar. Makanya saya bilang ini prospektif,” katanya.

Agus juga mengungkap, rata-rata agen BRIlink bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp10 juta per bulan. Pendapatan mereka bahkan bisa mencapai Rp18-20 juta jika berada di daerah terpencil.

Untuk agen BRIlink di kota besar seperti DKI Jakarta, pendapatan mereka bisa mencapai Rp10-15 juta per bulan.

Untung besar ini membuat banyak orang ingin menjadi agen BRIlink. Kehadiran layanan Laku Pandai ini juga mendapat respons positif masyarakat.

Berdasarkan riset Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 14-22 Agustus lalu, rata-rata nasabah pengguna BRIlink mengaku puas terhadap layanan produk ini. Nasabah paling puas terhadap keramahan agen BRIlink dan proses pembukaan rekening.

Riset yang melibatkan 3.153 responden ini juga mengungkap, layanan BRIlink yang paling banyak digunakan nasabah adalah transfer uang, pembayaran tagihan listrik, setor dan tarik tunai, serta informasi saldo. Kemudian, ada tiga faktor yang membuat seseorang mau menggunakan layanan BRIlink.

Pertama adalah faktor kedekatan agen BRIlink dengan rumah atau tempat usaha. Kedua, faktor kedekatan nasabah dengan agen BRIlink. Ketiga, kepercayaan nasabah terhadap reputasi BRI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BRILink

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top