Komisaris dan Dirut BRI Buka Suara Kondisi Internal Setelah RUPSLB

Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Andrinof A. Chaniago buka suara menanggapi perombakan jajaran direksi yang dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Senin (2/9/2019).
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 02 September 2019  |  20:17 WIB
Komisaris dan Dirut BRI Buka Suara Kondisi Internal Setelah RUPSLB
Pemaparan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (2/9/3019). - Bisnis/Lalu Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Andrinof A. Chaniago buka suara menanggapi perombakan jajaran direksi yang dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Senin (2/9/2019).

Menurutnya, perombakan direksi dalam RUPSLB merupakan hal yang wajar. Dia menampik anggapan bahwa ada banyak direksi yang diganti pada RUPSLB BRI.

"Pada waktunya setiap pengurus akan datang dan pergi. Nah kalau kelihatan jumlahnya dianggap banyak, sebetulnya nggak juga, karena jumlah Direksi BRI banyak," kata Andrinof di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (2/9/2019).

RUPSLB BRI resmi menunjuk Sunarso sebagai Direktur Utama perseroan. Sebelum menjabat Direktur Utama, Sunarso adalah Wakil Dirut emiten berkode BBRI.

Selain menunjuk Sunarso sebagai Direktur Utama baru, RUPSLB BRI juga menugaskan 5 pejabat baru di jajaran direksi. Kelima pejabat baru ini ada di posisi Wakil Direktur Utama, Direktur Kepatuhan, Direktur Manajemen Risiko, Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN, serta Direktur Human Capital.

Wakil Direktur Utama BRI yang baru adalah Catur Budi Harto. Sebelum menjabat Wakil Dirut BRI, Catur adalah Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, posisi Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN dijabat Agus Noorsanto. Pada posisi Direktur Human Capital ditunjuk Herdy Rosadi Herman.

BRI juga memiliki Direktur Manajemen Risiko baru yakni Agus Sudiarto. Terakhir, jabatan Direktur Kepatuhan dipegang Azizatun Azhimah.

"Kebetulan saat ini ada beberapa [direksi] yang diganti dan beberapa yang ini, dan pemegang saham tentu punya satu tujuan yaitu bagaimana supaya perusahaan terus bertumbuh, menjaga penyegaran, dan tentu pergantian itu adalah hak yang wajar karena masa waktunya sudah lama, memang ada pertukaran tempat," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa kondisi internal perseroan dalam kondisi baik. Pernyataan ini disampaikan Sunarso menanggapi pertanyaan soal dampak pergantian Direktur Utama perseroan.

Sebagai informasi, sebelumnya BRI dipimpin Suprajarto. Namun, Suprajarto tak lagi menjabat Direktur Utama BRI pasca ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dalam RUPSLB pekan lalu.

Penunjukan ini mendapat penolakan Suprajarto. Dia mengundurkan diri beberapa jam setelah hasil RUPSLB diketahui publik.

"Memang kemarin ada sedikit, tapi saya kira pertanyaan tadi kan tentang kondisi internal. Sejauh ini saya bisa sampaikan BRI berkinerja baik dan dari dulu baik maka komitmen kami menjaga hal-hal yang sudah baik. Ini akan terus kami jaga tapi selalu saja kami harus cari ruang untuk lakukan penyempurnaan," ujar Sunarso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri, bank bumn

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top