Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekjen NasDem : Defisit BPJS Kesehatan Harus Ditelaah Lebih Dalam

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate mengatakan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) perlu melakukan kajian mendalam agar datanya menjadi benar. Selain itu, pembiayaan dan pencairan dana dari BPJS harus diperbaiki. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 September 2019  |  15:38 WIB
Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri) bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat bersiap menyampaikan keterangan pers, di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri) bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat bersiap menyampaikan keterangan pers, di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat menolak usulan pemerintah menaikkan premi Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Mereka bakal menyetujui jika pemerintah telah menyelesaikan proses data cleansing peserta.  

Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate mengatakan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) perlu melakukan kajian mendalam agar datanya menjadi benar. Selain itu, pembiayaan dan pencairan dana dari BPJS harus diperbaiki. 

“Ini yang harus dilihat secara menyeluruh. Keseluruhan tata kelola BPJS harus diperbaiki,” kata Johnny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Johnny menjelaskan apabila semua itu tidak dilakukan, hanya ada dua pilihan untuk mengatasi defisit BPJS yaitu subsidi dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau menaikkan iuran. 

Apabila memilih ditambal dengan APBN, tentu menjadi beban fiskal. Jika menaikkan premi, pasti penolakan dari masyarakat tak dapat dihindari. 

JKN bagi Nasdem adalah suatu program yang fundamental bagi negara oleh karenanya harus dikelola dengan benar. Apalagi visi Presiden Joko Widodo di periode kedua adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM). 

“Bagaimana mau meningkatkan SDM kalau manusianya sakit? Bagaimana mau meningkatkan daya saing SDM kalau mereka tidak dapat perlindungan kesehatan yang baik?” jelasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top